Malang (beritajatim.com) – Calon Bupati (Cabup) Malang petahana, HM Sanusi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan dan infrastruktur jika kembali terpilih dalam periode 2024-2029. Dalam menghadiri Sarasehan PKB di Bonderland, Pakisaji, Kabupaten Malang pada Jumat (25/10/2024), Sanusi mengungkapkan berbagai rencana strategis, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan inovasi di sektor agrikultur.
Sanusi memaparkan salah satu program unggulannya, yaitu pembangunan food estate di KEK. Program ini sudah bekerja sama dengan Deputi Ketahanan Pangan Kementerian Pertahanan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
“Kami berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, dan salah satu langkah konkrit kami adalah pengembangan food estate di KEK,” tegasnya.
Selain itu, Sanusi menambahkan bahwa akan ada 300 industri pengolahan pertanian yang berdiri di kawasan ini. Tak hanya sektor pangan, Kabupaten Malang juga menggandeng Denmark dalam pengelolaan limbah, di mana limbah kering akan dijual ke PT Semen Indonesia seharga Rp600 ribu per ton. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Kabupaten Malang sebagai wilayah bebas sampah.
Sanusi juga menyampaikan sejumlah pencapaian infrastruktur yang telah dilakukan sejak dirinya menjabat pada 2020, termasuk pembangunan jalan dari Lawang ke Lumajang, Kepanjen ke Blitar, hingga jalur antar kecamatan seperti Ampelgading ke Lebakharjo. Rencana selanjutnya adalah memperlebar jalan desa satu meter untuk memperlancar akses dan memacu pertumbuhan ekonomi.
“Target kami, Rp600 miliar dari APBD akan kami alokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang akan mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Sanusi menyoroti optimalisasi sektor agrikultur Kabupaten Malang yang memiliki 350 ribu hektar lahan pertanian. Lahan ini terdiri dari 40 ribu hektar untuk tanaman tebu, 43 ribu hektar untuk padi, serta 100 ribu hektar lumbung pangan.
Ia juga telah membina petani milenial di Poncokusumo untuk mengembangkan pertanian kentang yang kini mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp1 miliar per hektar.
“Kami juga tengah mendorong pengembangan petani garam di Malang Selatan, di mana produksi garam dapat menghasilkan hingga Rp80 juta per hektar. Ini langkah inovatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.
Sanusi menutup dengan optimisme bahwa langkah-langkah inovatif ini akan membawa Kabupaten Malang ke arah yang lebih maju, dengan ketahanan pangan yang kuat dan infrastruktur yang memadai.
“Kami siap menjadikan Malang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai terobosan,” pungkasnya. [yog/beq]






