Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya nyata untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim, Djarum Foundation telah berhasil menghijaukan jalur tol Trans Jawa dengan menanam sebanyak 25.194 pohon trembesi. Inisiatif ambisius ini dilakukan di sepanjang 267,77 kilometer ruas tol, membentang dari tol Pasuruan Probolonggi (Paspro), ruang tol Jombang Mojokerto, tol Solo Ngawi, tol Pejagan Pemalang hingga ke Batang
Pemilihan pohon trembesi sebagai spesies utama dalam program penghijauan ini didasarkan pada beberapa alasan kuat. Pertama, pohon trembesi dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida yang sangat tinggi. Dengan demikian, penanaman massal pohon trembesi di sepanjang jalur tol diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, salah satu penyebab utama perubahan iklim.
Program Director BLDF Jemmy Chayadi mengatakan program yang bertajuk Djarum Trees for Life (DTFL) itu, menjadi bentuk kontribusi swasta atas komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), sesuai rancangan Second Nationally Determined Contributions (NDC) 2031–2035.
“Sejak 2010, DTFL telah terlibat dalam program penghijauan lewat penanaman trembesi di sepanjang jalan di Pulau Jawa, Madura, Lombok, dan Sumatera. Inisiatif ini kemudian kami replikasi di sektor jalan bebas hambatan bersama para mitra pengelola jalan tol,” ucapnya.
Selain itu, pohon trembesi juga memiliki akar yang kuat dan tajuk yang rindang. Akarnya yang dalam membantu menjaga kestabilan tanah, mencegah erosi, dan menyerap air hujan dengan baik. Sementara itu, tajuknya yang luas memberikan keteduhan dan keindahan bagi pengguna jalan tol.
Keberhasilan program penanaman pohon trembesi ini tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara Djarum Foundation dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, pengelola jalan tol, dan masyarakat sekitar. Kerja sama yang baik ini memungkinkan pelaksanaan program berjalan dengan lancar dan efektif.
Selain mengurangi emisi karbon, penanaman pohon trembesi di sepanjang jalur tol juga memberikan berbagai manfaat diantaranya penghasil oksigen dan menyerap polutan udara, sehingga meningkatkan kualitas udara di sekitar jalan tol. Akar pohon trembesi yang kuat membantu mencegah erosi tanah, terutama saat musim hujan. Pohon trembesi menyediakan habitat bagi berbagai jenis burung dan serangga.
“Dalam implementasinya di sektor lingkungan, penanaman trembesi tidak hanya berfungsi untuk pengurangan emisi karena mampu menyerap 28,5 ton CO2 per tahun, tetapi juga berfungsi untuk resapan air,” ucap Kepala Balai Perkerasan dan Lingkungan Jalan, Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Neni Kusniati di Surabaya, Rabu (23/10/2024).
Meskipun telah berhasil mencapai hasil yang signifikan, program penanaman pohon trembesi ini juga dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti pemilihan lokasi penanaman yang tepat, perawatan pohon, dan ketersediaan air. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Djarum Foundation bekerja sama dengan para ahli dan masyarakat setempat untuk mengembangkan strategi yang efektif.
Djarum Foundation berharap program penanaman pohon trembesi ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan dan organisasi lain untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Ke depan, Djarum Foundation akan terus berkomitmen untuk mengembangkan program-program yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.[rea]






