Surabaya (beritajatim.com) – Merayakan satu dekade inovasi dalam pendidikan, Sampoerna Academy menunjukkan komitmen kuat sebagai pionir pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di Indonesia.
Menghadirkan pendekatan yang mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu, sekolah ini menggelar perayaan bertajuk “Sampoerna Academy: A Decade of Dedication” untuk memperingati pencapaian sepuluh tahun kiprah mereka.
Sebagai bagian dari perayaan ini, Sampoerna Academy meluncurkan kampanye #IGNITEtheSpark yang bertujuan memperluas akses pendidikan internasional di Indonesia.
“Dalam 10 tahun perjalanan kami di Indonesia, Sampoerna Academy telah ikut berperan aktif dalam mencetak generasi unggul Indonesia yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Director of School Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin di Surabaya, Rabu (23/10/2024).
Mustafa menambahkan bahwa metode pembelajaran STEAM yang diterapkan di Sampoerna Academy telah membawa siswa meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. “Penerapan metode pembelajaran STEAM di sekolah kami telah terbukti membawa siswa meraih prestasi nasional dan internasional, serta diterima di universitas-universitas ternama baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.
Perjalanan sepuluh tahun ini juga diwarnai dengan berbagai pencapaian penting, seperti suksesnya penyelenggaraan STEAM Expo tahunan yang menampilkan lebih dari 3.000 karya inovatif siswa dan berhasil mencetak rekor MURI.
“Tahun ini, STEAM Expo berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai ‘Sekolah dengan Pameran Proyek STEAM Terbanyak’,” kata dia.
Sampoerna Academy telah tumbuh pesat dari hanya dua kampus dengan 58 siswa menjadi tujuh kampus di lima kota besar dengan lebih dari 3.000 siswa. Didukung oleh tenaga pendidik multinasional, dengan 1 dari 5 guru memiliki gelar Master atau Doktor, sekolah ini terus mencetak hasil memuaskan dalam berbagai ujian internasional seperti Cambridge CheckPoints, IGCSE, A Levels, dan IBDP.
Perayaan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh publik, termasuk Gisella Anastasia dan Gading Marten, yang berbagi pengalaman putrinya, Gempita Nora Marten, sebagai siswa di Sampoerna Academy BSD.
“Saya sekolahkan Gempi di Sampoerna Academy karena memakai kurikulum berstandar internasional dan metode pembelajaran STEAM yang unik,” ujar Gisella. [asg/aje]






