Blitar (beritajatim.com) – Calon Bupati Blitar nomor urut 2, Rini Syarifah secara terang-terangan membawa catatan saat debat perdana Pemilihan Bupati (Pilbup) Blitar pada Jumat (18/10/2024). Calon petahana tersebut terlihat beberapa kali membaca kertas yang dibawanya.
Rini menyebut lembaran yang dibawa itu merupakan catatan visi-misi serta program yang akan ditawarkan oleh pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Blitar nomor urut 2. Ia pun menegaskan bahwa ini merupakan bentuk kesiapan dari dirinya untuk menghadapi debat perdana Pilkada Kabupaten Blitar.
“Itu bagian dari kesiapan kami karena debat ini menyampaikan visi misi berdasarkan data berdasarkan perencanaan apa yang 5 tahun ke depan akan kita lakukan semua harus disampaikan, publik bisa menilai mana calon yang mempunyai visi-misi yang mantap sehingga kita tidak hanya sekedar menyampaikan janji-janji tapi bukti,” ucap Rini Syarifah usai menjalani debat perdana Pilbup Blitar.
Apa yang dilakukan oleh Rini Syarifah ini mendapatkan sorotan dari sang rival yakni Rijanto. Dengan nada lucu Rijanto menyindir apa yang dilakukan oleh Rini Syarifah tersebut.
“Karena repekan atau contekan saya ada di kepala tapi setelah pelaksanaan Paslon (pasangan calon) sebelah kondisinya membaca langsung,” ucap Rijanto.
Rijanto pun meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar agar mengambil langkah konkrit terkait hal itu. Ia pun meminta hal semacam ini tidak terjadi kembali di debat berikutnya.
“Mohon kiranya penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu dapat mengambil langkah-langkah agar debat berikutnya dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan kita semua,” tegasnya.
Terkait hal itu KPU Kabupaten Blitar pun angkat bicara. Menurut KPU membawa catatan pada saat debat memang diperbolehkan.
Bahkan sebelum debat berlangsung, KPU Kabupaten Blitar telah memastikan bahwa catatan yang dibawa oleh Rini Syarifah berisi visi-misi serta program, bukannya bank data. Namun demikian KPU Kabupaten Blitar tetap akan melakukan evaluasi terkait hal itu.
“Kita sampaikan dari awal, catatan visi misi itu boleh dibawa. Yang tidak boleh itu membawa bank data. Tadi itu dicek catatan saja. Tidak mungkin (bocoran). Kita pastikan dari tadi masuk, kita cek sesuai dengan mekanisme terus tadi masukan di grub juga kita cek. Itu catatan visi misi, makanya boleh juga pake slide. Tadi teman-teman yang cek, itu catatan visi misi,” beber Ketua KPU Kabupaten Blitar, Sugino. [owi/beq]






