Kediri (beritajatim.com) – Pasangan calon Bupati Kediri nomor urut 1 Deny Widyanarko – Mudawamah akan memberikan perhatian lebih pada guru non formal, honorer, takmir masjid serta pondok pesantren. Hal tersebut disampaikan oleh Mudawamah saat menghadiri undangan istighosah di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’alimin, Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Berlatar belakang sebagai pendidik, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri itu memahami betul berartinya bisyaroh bagi para guru non formal. Bisyaroh atau insentif tersebut akan sangat bermanfaat bagi para guru non formal, honorer dan takmir masjid yang selama ini mengabdi baik di lingkungan masjid, musala, TPQ dan madin.
Mereka yang selama ini ikhlas membagikan ilmu agama di luar sekolah, terutama kepada anak-anak. Peranan guru non formal dalam mendidik anak-anak dalam hal agama sangat penting, terutama untuk membantu menciptakan generasi penerus yang memiliki akhlak baik.
“Dengan adanya bisyaroh, mereka akan lebih semangat saat mengabdi, dalam menjalankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Kebetulan saya juga seorang guru, jadi saya merasakan betul manfaatnya,” terang Mudawamah.
Peningkatan bisyaroh untuk guru-guru di lembaga pendidikan non formal tersebut menjadi satu dari 9 program prioritas Deny – Mudawamah. Program tersebut mereka susun untuk mewujudkan visi misi besar mewujudkan Kabupaten Kediri yang lebih maju dan hebat.
Pasangan yang diusung oleh Partai NasDem dan PKB ini terus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Kolaborasi dua putra daerah Kediri itu juga memperoleh dukungan langsung dari warga nahdliyin.
Masih kata Hj. Mudawamah, seiring dengan berjalannya waktu, banyak kelompok-kelompok majlis taklim maupun kelompok-kelompok masyarakat secara umum yang memberikan suport serta dukungan kepada dirinya dan Deny Widyanarko, untuk dapat memimpin Kabupaten Kediri benar-benar tercapai.
Tokoh muslimat yang dikenal dengan kecakapan akademik dan pemahaman agamanya tersebut menilai, jika dukungan tersebut sangat berarti baginya. Terlebih, respon positif warga nahdliyin yang mengharapkan perubahan di Kabupaten Kediri.
“Banyak kelompok-kelompok majlis taklim ataupun kelompok – kelompok masyarakat yang memberikan dukungannya kepada kami, dan banyak pula dari mereka yang ingin kita sapa secara langsung. Kami berharap respon tersebut tidak semata dari sisi tataran zahirnya tapi juga batin,” ujarnya.
Sementara itu, acara istighosah sendiri dihadiri oleh ratusan warga handliyin dan para santri yang tengah menuntut ilmu di sejumlah pesantren. Selain untuk menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN), kegiatan tersebut juga untuk mendoakan Pilkada 2024 berjalan dengan kondusif, aman dan damai.
“Kita mohon pertolongan kepada Allah SWT, dalam rangka hari santri, mendoakan santri se-Indonesia, supaya diberikan kekuatan di dalam menuntut ilmu,” ujar Ketua Panitia kegiatan Tamim. [nm/kun]






