Blitar (beritajatim.com) – Ratusan baliho Calon Bupati-Wakil Bupati Blitar nomor urut 2 diduga dirusak oleh orang yang tidak dikenal. Baliho yang dirusak ini tersebar di hampir seluruh Kabupaten Blitar.
Meski ratusan balihonya dirusak, namun Rini-Ghoni tak juga melaporkan aksi tersebut ke Bawaslu Kabupaten Blitar. Sang Calon Wakil Bupati Blitar, Abdul Ghoni pun angkat bicara mengapa dirinya tak mau melaporkan aksi dugaan perusakan baliho tersebut.
“Biasa ajalah bagi saya pemimpin itu adalah suri tauladan lah bagi para pendukung dan masyarakatnya, saya pikir pengrusakan itu bagian dari dinamika tapi itu juga bagian dari implementasi suri tauladan kira-kira seperti itu,” ucap Ghoni, Senin (14/10/2024).
Wakil dari Rini Syarifah itu menganggap perusakan baliho merupakan hal yang biasa dan merupakan bagian dari dinamika politik. Sehingga mantan Ketua PMII Jawa Timur itu tidak mau ambil pusing soal perusakan baliho.
” Kita ganti lagi cuma baliho aja,” jawab Ghoni soal dirinya tak mau melaporkan aksi perusakan baliho.
Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan Pasangan Rini-Ghoni yakni M. Rifa’i juga angkat bicara soal perusakan baliho. Menurut Rifa’i, ada banyak baliho yang diduga dirusak, tersebar di sejumlah kecamatan mulai dari Wates hingga Wonodadi.
” Ia memang banyak yang dirusak, mulai dari Wates hingga Wonodadi, kalau suruh ngitung banyak sekali,” ucap M. Rifa’i, Ketua Tim Pemenangan Paslon Rini-Ghoni, Kamis (3/10/2024) lalu.
Meski demikian dugaan perusakan baliho tersebut ditanggapi santai oleh Paslon Rini-Ghoni. Paslon Bupati-Wakil Bupati Blitar nomor urut 2 tersebut tidak ingin melaporkan kejadian itu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blitar.
” Tidak usah dilaporkan, biar masyarakat sendiri yang menilai, dilaporkan pun juga tidak ada manfaatnya kita ingin kampanye yang sehat dan tenang,” tegasnya. [owi/aje]






