Surabaya (beritajatim.com) – Para ilmuwan dunia berkumpul di Surabaya untuk mencari solusi mengatasi krisis iklim. Mereka duduk bersama dalam forum Humboldt Kolleg-Translate Southeast Asia 2024.
Penanggung Jawab acara, Leenawaty Limantara mengungkapkan bahwa forum ini mempertemukan 85 Humboldtians dari AsiaTenggara, ilmuwan Jerman hingga para peneliti muda.
Humboldtians sendiri merupakan alumni dari beasiswa dan program penghargaan Alexander von Humboldt (AvH) Foundation. Mereka berhak untuk mendaftar dan menyelenggarakan Humboldt Kollegs.
“Acara ini biasanya melibatkan para ilmuwan, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara, khususnya alumni AvH,” jelas Leenawaty, Jumat (11/10/2024).
Sejumlah Petranesian (sebutan sivitas akademika UK Petra Surabaya) juga turut terlibat dalam kegiatan ini. Salah satu yang dibagikan yakni penelitian tentang efisiensi energi, pengelolaan limbah hijau, pengembangan desa ekologi, serta kesadaran dan praktik ramah lingkungan di masyarakat.
Penelitian ini bertujuan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien dalam bidang Teknik dan Arsitektur. Fokusnya meliputi penggunaan bahan inovatif seperti bambu, yang dapat mengurangi limbah dan jejak karbon, serta mendukung ekonomi sirkular.
Selain itu, terdapat juga desain pencahayaan alami yang mengoptimalkan cahaya, mengurangi konsumsi energi, dan meningkatkan suasana alami di dalam ruangan.
Hasil dan rekomendasi Humboldt Kolleg 2024 ini menyediakan kerangka kerja untuk memerangi perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.
Dengan mengintegrasikan strategi ini, kawasan ini dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Melalui kolaborasi yang kuat, kemajuan teknologi, dan inovasi kebijakan, Asia Tenggara siap menjadi pemimpin dalam keberlanjutan global.
Leenawaty mengatakan, kolaborasi internasional berkelanjutan adalah kunci untuk meningkatkan pembelajaran bersama dan memperkuat upaya menghadapi tantangan iklim.
Dengan demikian, lanjut dia, Asia Tenggara dapat memanfaatkan keahlian global melalui kolaborasi penelitian, program pertukaran pendidikan, dan proyek pengembangan bersama. “Kegiatan ini terwujud berkat kerjasama antara UK Petra, UC, dan UKWMS,” tutupnya. [ipl/but]






