Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, tak kapok untuk rutin menunaikan salat subuh berjemaah keliling Kabupaten Jember, Jawa Timur, setiap hari, kendati sempat dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh kubu pasangan Muhammad Fawait-Djoko Susanto.
“Jangan pernah berhenti. Kita harus saling mengingatkan,” kata Hendy, saat ditemui wartawan di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (10/10/2024).
Hendy mendatangi kantor Bawaslu Jember untuk memberikan klarifikasi soal dugaan kampanye di Masjid Baiturrahman, Perumahan Taman Gading, Kecamatan Kaliwates, 1 Oktober 2024.
Tuduhan muncul setelah kendaraan pribadi miliknya yang dihiasi gambar Hendy bersama calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, logo PDI Perjuangan, dan nomor urut satu diparkir di halaman masjid.
Hendy menanggapi tuduhan itu dengan nada bercanda. “Masa mobilnya mau saya taruh di atas genteng, ya otomatis diparkir di halaman masjidlah,” katanya tertawa.
Hendy sendiri menanggapi laporan itu sebagai cara Tuhan yang diberikan kepadanya untuk menyampaikan aktivitas salat subuh berjemaah kepada masyarakat. Dia sudah melaksanakan salat subuh berjemaah jauh sebelum pilkada, dan berjalan kurang lebih dua tahun belakangan.
“Dari dulu saya mewanti-wanti, jangan sampai salat subuh berjemaah ini di-blow up. Tapi ternyata dengan adanya laporan (ke Bawaslu) ini, akhirnya ter-blow up sendiri. Saya sampaikan di Bawaslu, bahwa terlalu kecil dan merendahkan masjid kalau saya melakukan kampanye dalam masjid. Itu namanya pelecehan masjid,” kata Hendy.
“Masjid itu rumah Allah. Tidak bisa untuk urusan dunia. Urusannya adalah akhirat dan untuk keselamatan dunia akhirat. Janganlah dibuat kampanye, karena itu memperkecil hakikat masjid sebenarnya,” kata Hendy.
Dengan adanya pelaporan ke Bawaslu, Hendy pun tergerak untuk mengajak seluruh kaum muslim di Jember untuk saling mendoakan agar rajin salat subuh berjemaah. “Kita ini hidup sekali saja. Setelah itu kita kembali dipanggil Allah. Apa yang kita siapkan? Salah satunya pahala salat subuh berjemaah,” katanya.
Salat subuh berjemaah juga diyakini Hendy sebagai salah satu strategi menggerakkan ekonomi kerakyatan. “Bayangkan, ada delapan ribu masjid dan musala di Jember. Satu masjid ada 20 orang salat subuh berjemaah, orang berkumpul, berapa uang yang bergerak pagi-pagi untuk ekonomi kita,” katanya.
Hendy memanfaatkan penjelasan atas pelaporan yang dilayangkan kubu Fawait-Djoko sebagai sarana dakwah salat subuh berjemaah. “Kami bukan kiai. Kalau ayatnya bisa tanya Gus Firjaun (calon wakil bupati petahana Muhammad Balya Firjaun Barlaman). Tapi yang penting saya orang Islam. Katanya disuruh salat berjemaah. Itu saja ilmunya,” katanya. [wir]






