Surabaya (beritajatim.com)– Ikon kuliner tradisional di Surabaya, Pasar Kembang, akan segera mengalami perubahan signifikan. Proses revitalisasi yang akan dimulai pada Desember 2024 ini menjadi momentum penting dalam upaya memperbaiki fasilitas dan memberikan wajah baru yang lebih modern untuk pasar tersebut.
Kolaborasi antara PD Pasar Surya Surabaya dan Bank Jatim diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga bagi ekonomi lokal.
Di lantai dua Pasar Kembang, jejak kebakaran pada tahun 2021 masih terlihat jelas, dengan puing-puing atap yang tersisa menjadi saksi bisu peristiwa tersebut.
Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, mengungkapkan bahwa revitalisasi ini akan dilaksanakan bertahap, dengan anggaran sekitar Rp 10 miliar.
“Mulai Desember udah kita kerjakan, dan ini lagi proses lelang satu bulan,” kata Agus, Kamis (10/10/2024).
Menurutnya, pembangunan akan segera dimulai setelah penentuan pemenang lelang. Tahap awal revitalisasi akan difokuskan pada perbaikan struktur bangunan yang rusak akibat kebakaran, sebelum menyempurnakan desain dan fasilitas pasar di tahap berikutnya.
“Ada dua tahap, tahap pertama kita kerjakan PD Pasar. Selanjutnya, bulan Februari atau Maret tahun depan kami bersama Bank Jatim, kami akan menyempurnakan desain dan fasilitas pasar,” tambahnya.
Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik. Dengan kapasitas pasar yang akan diperluas, jumlah pedagang diperkirakan akan meningkat dari 200 menjadi 300, terutama di lantai dua. Perluasan ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran uang yang terjadi di Pasar Kembang secara signifikan.
“Kalau kita sampling data per pedagang 2 juta, sehingga sampai sekitar 350 juta per hari. Perputaran uang di pedagang,” jelas Agus.
Selain itu, keluhan tentang minimnya fasilitas toilet juga akan direspon dengan perbaikan yang menyeluruh, sehingga kenyamanan pengunjung dan pedagang dapat terjamin.
“Terkait terbatasnya toilet, nanti kita akan perbaiki dan akan dipastikan layak digunakan,” ujarnya.
Para pedagang pun menyambut antusias rencana revitalisasi ini. Salah seorang pedagang jajanan kering, Siti, mengungkapkan harapannya agar pasar yang baru akan mendatangkan lebih banyak pengunjung.
“Semoga setelah direnovasi, dagangan saya semakin laris,” harapnya.
Pedagang yang telah berjualan selama lima tahun di Pasar Kembang ini juga menyoroti perlunya penambahan ruang antar lapak.
“Kalau diperluas lebih enak yang pasti aksesnya pembeli bisa leluasa,” pungkasnya. [asg/aje]






