Malang (beritajatim.com) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia memberikan piagam penghargaan SAKIP kepada Pemerintah Kota Malang. Penghargaan ini diberikan atas akuntabilitas kinerja. Sebelumnya, di tahun 2022 dan 2023, SAKIP predikat A juga mereka raih.
Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, ada peran besar dan dedikasi seluruh perangkat daerah sehingga mampu mempertahankan predikat memuaskan dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan ini.
Erik mengatakan dengan pencapaian ini, dirinya berharap dapat menjadi refleksi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja. Sesuai implementasi dari reformasi birokrasi.
“Ini semua harus menjadi refleksi bagi rekan-rekan sekalian, bukan menjadi akhir perjalanan tetapi justru sebaliknya, ini menjadi semangat dan pelecut kita bersama untuk semakin memantapkan good governance dalam rangka menciptakan reformasi birokrasi yang berdampak dan memberi manfaat bagi pembangunan Kota Malang,” ujar Erik.
Terpisah, Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan memberikan apresiasi atas prestasi yang didapat Pemkot Malang. Menurutnya konsistensi yang telah dilakukan memberikan kinerja terbaik, hingga akhirnya dapat meraih prestasi secara berturut-turut.
“Saya mengucapkan selamat atas diraihnya SAKIP di tahun ini, apalagi ini melanjutkan pencapaian di tahun-tahun sebelumnya, ini yang jadi catatan adalah konsistensi, artinya secara kualitas, sumber daya kita sudah mampu mewujudkan good governance, ini jadi modal yang bagus ke depannya,” ujar Iwan.
Orang nomor satu di Pemkot Malang ini menambahkan tahun 2024 ini, kualitas penilaian terus dinaikkan dari tahun sebelumnya. Menurutnya, Pemkot Malang dapat beradaptasi dengan baik terkait dengan standar penilaian dari indikator-indikator yang dibutuhkan.
“Saya lanjutkan ya, ini yang saya maksud dengan konsistensi, passing grid kan tiap tahun naik terus nih, tapi kita (Pemkot Malang) bisa mempertahankan itu, jadi kesimpulannya proses adaptasinya bagus karena kita benar-benar melakukan, ada proses learning by doing, sudah mengimplementasikan bagaimana prinsip good governance itu” ujar Iwan.
Ke depan, Iwan mengingatkan tantangan birokrasi modern akan semakin kompleks. Dia meminta jajarannya untuk terus berinovasi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel sehingga kinerjanya dapat memberikan manfaat positif bagi Kota Malang.
“Tentu, harapan saya kita tidak boleh berhenti, konsistensi yang saya maksud bukan stagnan, artinya harus terus berinovasi, tantangan ke depan akan semakin kompleks, ini yang perlu kita jadikan perhatian agar Kota Malang ini semakin baik ke depannya,” ujar Iwan. (luc/ian)






