Sampang (beritajatim.com) – Ratusan warga di Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, yang tidak terjangkau oleh fasilitas saluran perusahaan air minum, mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Pasalnya, puluhan sumur dan sumber mata air di wilayah tersebut mulai mengering.
Niman, salah satu warga setempat mengaku sudah kesulitan air bersih sejak sebulan yang lalu, bahkan ia rela numpang mandi ke wilayah lain yang berlanganan air bersih milik perusahan pelat merah.
“Sudah sebulan ini air sumur di wilayah kami menyusut, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan air bersih setiap harinya,” terangnya, Senin (7/10/2024).
Niman juga mengaku resah jika musim kemarau ini berlangsung lama, sebab bisa saja ia tidak mandi karena sumur telah mengering. “Kalau musim kemarau ini berlangsung lama, maka tahun ini menjadi bencana bagi warga perkotaan,” keluhnya.
Ia juga meyakini bahwa dinas terkait tidak memantau wilayahnya yang mulai dilanda krisis air bersih. Karena, selama ini memang sebagian kawasan di Kelurahan Rongtengah dan sebagain kawasan padat penduduk di perbukitan itu tidak pernah mendapat bantuan air bersih atau tidak masuk sebagai data daerah kekeringan.
“Saya yakin pemerintah tidak tahu jika wilayah kami juga menjadi dampak bencana kekeringan 2024,” imbuhnya.
Sekedar diketahi, sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, mencatat 102 desa mengalami kekeringan.
“Ada 81 dari total 102 desa di Kabupaten Sampang ini yang mengalami kekeringan kritis pada musim kemarau kali ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sampang Candra Ramadani Amin. [sar/suf]






