Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Dusun Jombangan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dikejutkan dengan meninggalnya salah satu warga. Ini lantaran korban merupakan seorang lanjut usia (lansia) yang hidup sebatang kara.
Korban yang diketahui atas nama Karsan (61) imi ditemukan membusuk di kamar rumahnya di Dusun Jombangan, Desa Sumberwuluh. Korban ditemukan tak bernyawa setelah sang adik, Kasiah saat mengantar makanan kepada korban pada, Senin (7/10/2024) sekira pukul 07.30 WIB.
Diduga korban sudah meninggal lebih dari dua hari. Ini lantaran saat pertama ditemukan tubuh korban sudah terbujur kaku di kamarnya dengan kondisi sebagian badan mulai melepuh. Korban terakhir kali terlihat saat menghadiri tahlilah tetangganya pada, Sabtu (5/10/2024).
Kepala Dusun (Kadus) Jombangan, Syandhika Bagas Pradana mengatakan, menurut keterangan adik korban jika korban masih terlihat ikut tahlilan di tetangganya pada, Sabtu malam. “Setelag mengetahui kakaknya telah meninggal, saksi lantas meminta bantuan tetangga dan diteruskan ke petugas kepolisian,” ungkapnya.
Salah satu relawan, Niki Mas Aden mengatakan, jika korban ditemukan tak bernyawa di dalam kamar dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk. “Saat hendak dievakuasi, tubuh korban di lantai kamar. Ada bantal dan kertas karton. Katanya selama ini tinggal sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Dawarblandong Iptu Bakir membenarkan, jika korban selama ini tinggal seorang diri. “Dari hasil emeriksaan tim inafis, tak ditemukan bekas kekerasan di tubuh Karsan. Korban memiliki riwayat penyakit stroke sehingga selama ini tak bekerja,” jelasnya.
Korban hanya di rumah dan untuk kebutuhan makan dari sang adik. Namun, Minggu (6/10/2024) kemarin, sang adik tidak ke rumah korban lantaran repot sehingga tidak mengetahui jika korban sudah meninggal dunia dengan kondisi jasad korban sudah mengeluarkan aroma busuk.
“Diduga korban sudah meninggal lebih dari dua hari. Jasad korban saat ini telah dievakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. [tin/beq]






