Magetan (beritajatim.com) – Para guru honorer dan swasta dari SMK PGRI Magetan menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Magetan nomor urut 1, Nanik Endang Rusminiarti (Bunda Nanik atau Bu Mantri)-Suyatni Priasmoro (Kang Suyat).
Deklarasi tersebut berlangsung di sebuah rumah makan di Magetan pada Jumat, 4 Oktober 2024, dan menjadi momentum penting bagi para pendidik honorer yang berharap adanya perubahan nyata dalam kesejahteraan mereka.
Bunda Nanik, dalam sambutannya, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib seluruh guru honorer dan swasta di Kabupaten Magetan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.
Dia menyatakan bahwa perjuangannya bukan sekadar soal politik, tetapi juga tentang hak-hak pendidik yang berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan.
“Saya dan Kang Suyat berkomitmen untuk memperjuangkan nasib seluruh guru honorer dan swasta di Kabupaten Magetan. Kami memahami betapa berat beban yang mereka tanggung, dan kami ingin memberikan perhatian lebih agar kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Bunda Nanik.
Bunda Nanik juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem kesejahteraan bagi tenaga pendidik. Menurutnya, guru honorer dan swasta harus mendapatkan hak yang setara dengan guru negeri, baik dalam hal gaji, fasilitas, maupun penghargaan atas dedikasi mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa guru-guru swasta dan honorer tidak lagi diabaikan. Kami akan berusaha keras untuk memastikan mereka memperoleh hak yang layak dan setara,” lanjutnya.
Selain memperjuangkan kesejahteraan guru, Bunda Nanik juga menyampaikan rencananya untuk mengupayakan alokasi anggaran yang lebih adil bagi sektor pendidikan di Magetan. Dengan dukungan masyarakat dan para guru, ia berharap perubahan ini dapat segera terwujud.
“Kami berdoa agar perjuangan ini membawa perubahan nyata. Kami ingin memastikan setiap guru, baik honorer maupun swasta, mendapatkan perhatian dan perlakuan yang layak dari pemerintah,” tambah Bunda Nanik.
Salah satu guru honorer yang hadir dalam deklarasi tersebut juga menyampaikan harapannya. Dia berharap, jika Bunda Nanik terpilih, para guru honorer akan mendapatkan perhatian yang lebih baik, termasuk kejelasan status, gaji yang lebih layak, dan fasilitas yang memadai.
“Kami percaya Bunda Nanik bisa menjadi penyambung suara kami. Sebagai seorang yang pernah mengalami kondisi serupa, kami yakin beliau mengerti perjuangan kami dan mampu memperjuangkan hak-hak kami,” tutupnya. [fiq/beq]







1 Komentar
Janji kampanye memang empuk. Tanpa pikir kemampuan anggaran dll, yg penting janji.