Surabaya (beritajatim.com) – Siapa bilang teknologi baru berbasis Internet of Things (IoT) tidak bisa diterapkan di bidang pertanian.
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bersama Pondok Pesantren Tholabie Classic International Boarding School (CIBS), Malang sukses menerapkan solusi IoT di pertanian hidroponik dan budidaya ulat BSF bernama Maggot di pondok Pesantren mereka.
Dengan mengadopsi solusi IoT yang dikembangkan oleh XL Axiata, proses budidaya maggot dan hidroponik di Pesantren CIBS menjadi lebih efisien dan produktif.
Sensor-sensor yang terpasang pada sistem IoT memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan secara real-time, seperti suhu, kelembaban, dan kadar nutrisi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami, sehingga memudahkan para santri dalam mengelola budidaya.
“Kami sangat antusias dengan penerapan teknologi IoT di pesantren. Dengan adanya teknologi ini, kami bisa meningkatkan kualitas hasil panen dan membuka peluang ekonomi baru bagi pesantren,” ujar Nuril Asyhuri, Pengasuh Ponpes Tholabie Classic International Boarding School (CIBS).
Penerapan IoT di maggot dan hidroponik ternyata mampu meningkatkan produktivitas karena pemantauan yang lebih akurat, kondisi lingkungan budidaya dapat dijaga optimal sehingga pertumbuhan maggot dan tanaman hidroponik menjadi lebih cepat dan hasil panen lebih melimpah.
“Penggunaan IoT membantu mengurangi pemborosan sumber daya seperti air dan nutrisi, sehingga biaya produksi dapat ditekan. Data yang diperoleh dari sensor-sensor IoT dapat digunakan untuk menganalisis kinerja budidaya dan membuat keputusan yang lebih baik,” paparnya.
XL Axiata tidak hanya menyediakan teknologi IoT, tetapi juga memberikan pelatihan kepada para santri dan pengurus pesantren. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penggunaan teknologi IoT hingga pengelolaan data. Tujuannya adalah untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola budidaya secara mandiri.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia,” ujar Dodik Ariyanto, Group Head XL Axiata East Region.
“Dengan memanfaatkan teknologi, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Kolaborasi antara XL Axiata dan Pondok Pesantren Tholabie Classic International Boarding School merupakan langkah maju dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan di sektor pertanian. Penerapan IoT di lingkungan pesantren tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan mendorong pengembangan sumber daya manusia.[rea/aje]






