Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah maraknya tren fast fashion yang mengutamakan kuantitas daripada kualitas, muncul sosok inspiratif yang berani melawan arus. Wira Laga Bachtiar, seorang content creator muda asal Sidoarjo, berhasil mengubah limbah kain bekas menjadi produk fashion yang tidak hanya estetik, tetapi juga bernilai tinggi melalui brand Wiralagabae.
Awalnya, Wira hanya memiliki hobi mengutak-atik kain bekas. Namun, seiring berjalannya waktu, hobinya itu berkembang menjadi sebuah bisnis yang serius. Dengan kreativitas dan ketekunan, Wira berhasil menciptakan berbagai model tas yang unik dan menarik dari bahan-bahan daur ulang seperti cover kasur dan jeans bekas.
“Saya melihat banyak sekali potensi pada limbah kain yang seringkali terbuang sia-sia. Saya ingin membuktikan bahwa limbah bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Wira.
Perjalanan Wira dalam membangun Wiralagabae tentu tidak selalu mulus. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan tren fashion yang cepat sehingg dirinya harus terus berinovasi untuk menciptakan desain yang tetap relevan dan diminati pasar.
“Ketatnya persaingan di industri fashion terutama dengan munculnya banyak brand fashion lokal lainnya. Hingga keterbatasan bahan baku juga menjadi tantangan,” paparnya.
Namun, Wira tidak pernah menyerah. Ia terus belajar dan mengembangkan diri untuk mengatasi setiap tantangan yang ada. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menjalin kerjasama dengan para pemasok bahan baku dan mengikuti perkembangan tren fashion terkini.
Wiralagabae bukan hanya sekadar brand fashion, tetapi juga sebuah gerakan untuk mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Dengan menggunakan bahan daur ulang, Wira turut berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah tekstil yang berakhir di tempat pembuangan sampah.
Selain itu, Wiralagabae juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Dengan mempekerjakan pengrajin lokal, Wira membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan melestarikan keterampilan tradisional. [rea/beq]






