Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro melakukan beberapa upaya dalam penanganan bencana kekeringan yang terjadi saat musim kemarau.
Selain melakukan pendistribusian air bersih, salah satunya yang diupayakan adalah pipanisasi bantuan tujuh sumur bor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2023 lalu.
“Tahun 2023 ada 7 sumur bantuan BNPB di 5 kecamatan tahun ini akan dipipanisasi. Karena sebelumnya belum ada instalasi pipanya,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Laela Noer Aeny, Minggu (22/9/2024).
BPBD Bojonegoro dalam hal pembangunan pipanisasi tersebut berperan sebagai koordinator kepada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. “Kami selaku koordinator menginginkan bantuan tersebut bisa maksimal untuk dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
BPBD Bojonegoro, lanjut Aeny, rencananya juga akan mendapatkan kembali bantuan sumur bor dari BNPB sebanyak 10 titik pada 2024. Bantuan tersebut nantinya akan dikolaborasikan dengan instalasi pipa dari APBD melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.
“Untuk rencana bantuan 10 titik sumur bor ini kami sudah koordinasikan. Seperti dengan Dinas PKP Cipta Karya yang menangani pipanisasi,” tambahnya.
Selain pipanisasi terhadap sumur bor bantuan dari BNPB, kata perempuan yang sebelumnya menjabat Camat Kepohbaru itu, juga telah menyelaraskan program bersama Perumda Air Minum Tirta Buana dalam penyediaan jaringan air bersih kepada masyarakat.
Kemudian, penyaluran tandon air dan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga per 17 September 2024, BPBD Bojonegoro sudah menyalurkan sebanyak 765 tangki dengan kapasitas 5.000 liter untuk 72 desa di 22 kecamatan. [lus/but]






