Jombang (beritajatim.com) – Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati dengan penuh hikmah di Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, Sabtu (21/9/2024).
Ratusan anak Yatim dan fakir miskin diundang secara khusus di acara itu. Mereka mendapatkan bingkisan dan uang saku. Saat pulang, mereka juga diberi sekantung plastic yang berisi buah dan sayuran.
Tentu saja, senyum ceria anak Yatim dan fakir miskin mengembang sepulang dari acara santunan nasional ke-20 tersebut. Dua anak Yatim dari ratusan yang hadir itu adalah M Jayakusuma dan M Desta. Keduanya duduk di kelas VI di Tarbiyah Hidhul Ghulam Wal Banat milik Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Dalam Bahasa Indonesia, THGB artinya pendidikan penjagaan anak laki-laki dan anak perempuan. Jayakusuma dan Besta usianya 11 tahun. Mereka sudah 6 tahun menjadi santri Shiddiqiyyah. Yakni saat dirinya duduk di kelas I.
Dua santri asal Madiun ini sangat bergembira Ketika hadir di Santunan Nasional ke-20 di pesantrennya. Jayakusuma dan Desta hadir mengenakan seragam sekolah lengkap dengan peci hitam. Keduanya juga ikut antre untuk menerima bingkisan dan uang saku.
Tak lupa saat pulang, dua santri Yatim tersebut mendapatkan sekantung plastik berisi buah dan sayur. Dengan lenggang kangkong, mereka meninggalkan pesantren yang dipimpin Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
“Alhamdulillah senang sekali mendapatkan bingkisan. Saya menjadi santri di sini sejak kelas satu. Setiap Hari Raya Iduladha pulang ke Madiun,” kata dua santri tersebut hampir bersamaan.

Perasaan serupa dialami ratusan anak yatim dan fakir miskin lainnya. Mendapatkan bingkisan, uang saku, dan buah serta sayur. Menariknya lagi, buah yang akan dibagikan tersebut ditata sedemikian rupa hingga membentuk tulisan ‘Santunan Nasional’ dan lafal ‘Muhammad’.
Selain anak Yatim dan fakir miskin, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi didampingi Ketua Dhibra (Dhilaal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyyah) Nyai Shofwatul Ummah hadir langsung dalam kegiatan ini. Bahkan Kiai Mukhtar membacakan doa secara khusus sebelum santunan dibagikan. Lalu memberikan tausyiah.
Santunan Nasional Tembus Rp2 Miliar Lebih

Nyai Shofwatul Ummah menjelaskan, santunan nasional ke-20 tersebut dalam rangka Maulid Nabi, ulang tahun Dhibra, serta THGB Shiddiqiyyah. Santunan bukan hanya di Ploso Jombang, tapi serentak seluruh Indonesia.
Rinciannya, di 161 kabupaten/kota, 24 provinsi. Bahkan ada yang melakukan santunan di luar negeri, yakni Australia, Malaysia, serta Hong Kong. “Dari seluruh Indonesia tersebut terdapat 12 ribu anak Yatim/fakir miskin yang disantuni,” ujar Bu Nyai Shof, panggilan akrab Shofwatul Ummah.
Bu Nyai Shof menambahkan, dari 161 kabupaten/kota tersebut santunan yang terkumpul sudah tembus Rp2 Miliar lebih. Jumlahnya tersebut dipastikan terus bertambah mengingat santunan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Dia mengungkapkan, santunan nasional sudah berlangsung selama 20 tahun. Untuk tahun sebelumnya atau 2023, santunan mencapai Rp3,30 Miliar. Sedangkan yang disantuni sebanyak 18.859 orang.
“Setiap tahun kita mengadakan santunan seperti ini. Dananya dari anggota Shiddiqiyyah dan simpatisan. Selain selawat, kami juga melakukan ibadah soisal dengan santunan. Kami ingin berbagi kegembiraan dengan anak Yatim dan fakir miskin,” katanya. [suf]






