Surabaya (beritajatim.com) – Galaxy Property optimistis mampu menjual properti lebih banyak di semester kedua tahun ini. Setelah diawal tahun terjadi pelambatan penjualan properti, kini bisnis properti malah naik lebih tinggi.
Keputusan pemerintah yang memperpanjang insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) 100% hingga Desember 2024 telah membuat para developer semangat membangun dan masyarakat makin punya banyak pilihan.
Hal ini diungkap oleh CEO Galaxy Property, Kennard Nugraha saat HUT Galaxy Property ke 9 di kantor Galaxy Property Hr Muhammad Surabaya. Kennard pun yakin kenaikan permintaan rumah di jelang tutup tahun ini akan membuat omset penjualan mereka hingga akhir tahun 2024 akan naik 20 persen.
Pada semester I tahun 2024, imbuhnya pasar properti mengalami peningkatan yang signifikan, khususnya di pertengahan tahun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi yang mulai stabil pasca pemilu lalu, suku bunga KPR yang relatif rendah, dan meningkatnya minat masyarakat terhadap hunian serta investasi properti.
“Di kota-kota besar, terutama Jakarta dan Surabaya, harga properti residensial dan komersial menunjukkan tren kenaikan, didorong oleh permintaan yang meningkat dan keterbatasan lahan. Apalagi banyak developer mengeluarkan produk baru yang langsung diserap pasar dan banyak promo seperti DP nol persen,” jelasnya.
Kennard bahkan mengklaim omzet penjualan Galaxy di beberapa bulan di semester I lalu mencapai rekor. Kondisi positifnya pasar itu diyakini masih akan berlanjut di semester II ini. Pihaknya pun menargetkan omzet penjualan Galaxy tumbuh 20 persen di tahun ini dibanding tahun lalu.
“Optimisme akan pasar properti dapat dilihat dari proyek-proyek baru milik developer yang dilaunching sampai dengan September 2024 ini seperti di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang terus menggeliat. Unit-unit yang diluncurkan di bawah Rp 1 miliar juga masih laku di pasaran dan menariknya banyak juga pembeli dari kalangan milenial. Hal itulah yang membuat kami optimis,” ujar Kennard.
Terkait jenis produk yang ditawarkan, dia menyebut masih berimbang antara primary dan secondary. Rumah dengan harga antara Rp 800 jutaan hingga Rp 1,5 miliar diakui masih cukup mendominasi.
CFO Galaxy Property, Veronica Sutantio menambahkan, saat ini Galaxy Property memiliki 36 kantor yang beroperasi di Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Jakarta. Menggeliatnya pasar properti juga mendasari pihaknya untuk terus menambah kantor baru. Paling tidak, hingga akhir tahun ini akan menambah 3 kantor baru di Surabaya.
“Sementara untuk jumlah agen, kami berkomitmen mencetak seribu entrepreneur setiap tahun melalui program BOS (Business Ownership System). Program ini menunjukkan hasil positif dengan bergabungnya lebih dari 400 agen baru di seluruh kantor Galaxy se Indonesia dalam waktu 3 bulan,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengajak masyarakat, apalagi banyak yang menjadi korban PHK maupun para lulusan sekolah dan perguruan tinggi serta ibu rumah tangga untuk bergabung menjadi Galaxians, sebutan agen Galaxy Property karena sektor properti dinilai tidak ada matinya.
“Memasarkan properti saat ini bisa dilakukan dimana saja, dengan smart phone melalui applikasi GALAXY yang telah terintegrasi dengan mitra bisnis kami seperti Rumah123 dan Lamudi. Kami juga aktif melakukan pelatihan-pelatihan dan bimbingan hingga mereka bisa menjadi property consultant handal,” tandas Veronica.[rea/aje]






