Jember (beritajatim.dom) – Hendy Siswanto Center (HSC) melarang seluruh relawan menggunakan logo organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. HSC adalah nama tim sukses Hendy Siswanto, kandidat bupati petahana.
HSC menerbitkan surat edaran yang ditujukan seluruh relawan dan tim simpatisan pasangan petahana Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. “HSC sangat melarang keras menggunakannya untuk kepentingan di luar keaagamaan,” kata Ketua Umum HSC Ahmadi Kurniawan.
Dalam pernyataan tertulisnya, Ahmadi mengaku banyak mendapat laporan penempatan logo unsur keagamaan di beberapa banner, baliho dan lainnya yang terindikasi digunakan untuk kepentingan politik.
“HSC tidak pernah dengan sengaja memerintahkan, mengimbau, atau mencatut nama maupun logo unsur dan organisasi keaagamaan untuk dijadikan bahan kampanye apapun, termasuk pencatutan logo di alat peraga kampanye kami seperti: banner, baliho, kaos, dan lain-lain,” kata Ahmadi, Rabu (18/9/2024).
“Kami melarang penggunaan logo itu untuk mencegah politisasi agama. Simbol dan logo keagamaan sering kali digunakan untuk menarik dukungan dari kelompok-kelompok agama tertentu, yang dapat memicu ketegangan antarumat beragama,” kata Ahmadi.
HSC ingin menjaga netralitas agama. “Agama diharapkan tetap bersifat netral dan tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis yang dapat merusak kesucian dan nilai-nilai ajarannya,” kata Ahmadi.
Dengan melarang penggunaan logo ormas keagamaan, HSC berupaya menghindari konflik sosial. Menurut Ahmadi, penggunaan simbol agama dalam konteks politik bisa menyebabkan perpecahan dan konflik sosial di masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.
“Kami ingin menjaga etika berpolitik. Larangan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa kampanye politik dilakukan secara etis dan tidak memanfaatkan isu-isu sensitif seperti agama,” kata Ahmadi. [wir]






