Jakarta (beritajatim.com) – Ahmad Soffa, seorang pelaku UMKM asal Rembang, sukses mempopulerkan sirop dari buah kawista dengan bantuan Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola oleh PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Tren minuman kekinian mendorong Soffa untuk mengembangkan bisnis sirop kawista, dan ia berhasil menjual ribuan botol ke berbagai wilayah seperti Rembang, Blora, Pati, hingga Tuban.
Buah kawista dikenal dengan aroma dan rasa uniknya, namun semakin langka di Rembang. Soffa melihat peluang ini, bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi juga untuk melestarikan warisan lokal.
“Buah kawista adalah identitas Rembang. Dengan semakin sedikitnya pohon kawista yang dibudidayakan, saya ingin masyarakat tetap bisa menikmati buah khas ini,” ungkap Soffa.
Usaha sirop kawista yang diberi nama Sonaya dimulai pada Agustus 2023, berawal dari resep turun-temurun keluarga yang awalnya hanya diproduksi untuk konsumsi pribadi. Kini, Soffa mampu menjual hingga 4.000 botol sirop kawista per tahun dengan harga Rp19.000 per botol.
“Mulai dari produksi kecil untuk kerabat, sekarang penjualan meningkat berkat peran reseller dan permintaan yang tinggi, terutama pada momen Ramadan,” ujar Soffa.
Soffa menekankan kualitas dan keaslian rasa sirop kawista buatannya. Tanpa bahan pengawet buatan, ia menggunakan gula tebu premium untuk menjaga cita rasa asli kawista. “Saya ingin masyarakat menikmati rasa otentik sirop kawista, dan memastikan setiap botol memiliki komposisi yang pas,” tambahnya.
Keberhasilan Soffa didukung penuh oleh Rumah BUMN Rembang PT Semen Gresik. Sejak bergabung pada Januari 2024, Soffa merasakan manfaat besar, mulai dari pelatihan pembukuan keuangan hingga peningkatan desain kemasan. Produk sirop Sonaya juga terlibat dalam program Hampers Berkah UKM Rembang saat Idul Fitri 1445 H, yang semakin memperluas pasar.
“Rumah BUMN Rembang memberikan banyak dukungan, dari pelatihan hingga pemasaran melalui workshop RB. Permintaan terus meningkat, dan saya berharap lebih banyak pelaku UMKM lokal bisa berkembang dengan dukungan ini,” kata Soffa.
Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, menjelaskan bahwa SIG sebagai perusahaan BUMN terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan untuk memajukan ekonomi daerah. “UMKM adalah tulang punggung perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Kami berharap dengan pendampingan berkelanjutan, UMKM dapat berkembang, bersaing secara nasional hingga global, dan memberikan manfaat berkelanjutan,” jelas Vita.
Rumah BUMN Rembang sendiri telah mendukung lebih dari 400 mitra UMKM dalam empat tahun terakhir dengan total transaksi senilai Rp3,9 miliar. Dukungan berupa pelatihan dan pendampingan terus diberikan untuk membantu para pelaku usaha lokal seperti Ahmad Soffa dalam mengembangkan bisnisnya. (ted)






