Gresik (beritajatim.com) – Bekas pabrik semen milik PT Semen Indonesia (persero) Tbk yang berlokasi di Kabupaten Gresik dijadikan Universitas Internasional Semen Indonesia, atau UISI sebagai tempat perkuliahan. Salah satu bangunan yang dimanfaatkan adalah silo pabrik. Bangunan tersebut, nantinya dibangun 5 lantai untuk tempat berkuliah mahasiswa UISI.
Rektor UISI Prof Herman Sasongko menuturkan, alasan dipilihnya silo pabrik karena kampusnya mengusung ikon heritage dan satu-satunya perguruan tinggi yang memanfaatkan bangunan tersebut. “Kampus yang memanfaatkan silo pabrik sebagai tempat perkuliahan belum ada. Yang ada baru hotel, atau tempat resepsi pernikahan,” tuturnya, Selasa (17/9/2024).
Herman menjelaskan saat ini pembangunan silo untuk tempat berkuliah mahasiswa masih on progres. Lantai bawah sudah selesai kemudian dilanjut lantai dua hingga lima.
Ia menambahkan, tahun ini jumlah mahasiswa baru di UISI ada 460 orang. Jumlah itu, sedikit mengalami penurunan dibanding tahun 2023 yang mencapai 470 mahasiswa. “Kami akan terus berproses menjadi perguruan tinggi yang dikenal di kawasan regional. Jika dulunya mahasiswanya berasal dari sekitar Gresik. Kini ada mahasiswa dari 28 provinsi yang menimba ilmu di UISI,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik, Misbahul Munir mengatakan, pihaknya mengapresiasi hadirnya perguruan tinggi di Gresik.
“Dengan adanya perguruan tinggi seperti UISI pemerintah daerah terbantu menyiapkan sumber daya manusia di era digitalisasi. Terlebih lagi Gresik menjadi tujuan investasi sejumlah perusahaan berlabel nasional dan internasional,” pungkasnya. [dny/kun]






