Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mendukung program pemerintah dalam melindungi para pahlawan devisa negara, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang bertujuan mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon PMI.
Kemitraan antara bankjatim dan BP2MI ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah dalam mendukung program perlindungan dan pemberdayaan PMI. Melalui kerja sama ini, calon PMI dapat dengan mudah mengakses pembiayaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, seperti biaya pembuatan paspor, visa, tiket pesawat, dan biaya hidup awal di negara tujuan.
MoU dilakukan di Kantor Pusat bankjatim, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono dan Sekretaris Utama BP2MI Rinardi.
KUR Penempatan PMI merupakan pembiayaan yang khusus diberikan kepada calon PMI dan/atau calon pekerja magang di luar negeri yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan biaya penempatan ke negara tujuan penempatan. ”Kami dari bankjatim sangat support untuk pekerja migran. Sebab, wilayah Jawa Timur memiliki kantong-kantong yang luar biasa untuk penempatan PMI. Kami berharap semoga dengan kerja sama ini merupakan ikhtiar yang baik bagi kedua belah pihak demi kesejahteraan PMI. Sehingga ketika kita memberikan penyaluran KUR ke PMI itu sudah memiliki payung hukum yang jelas,” papar Arief.
Arief juga mengatakan, dengan KUR bankjatim ini, beban para PMI bisa lebih ringan karena mereka sudah tidak perlu lagi menjual harta benda atau pinjam ke rentenir untuk memenuhi kebutuhan. ”Kami berkomitmen akan terus mendorong supaya KUR PMI ini dapat diakselerasi dan dioptimalkan penyalurannya sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh khalayak yang lebih luas. Semua ini dilakukan demi menjaga pahlawan devisa Indonesia agar mendapatkan penghidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga,” ucapnya.
Rinardi juga menyampaikan, munculnya program KUR Penempatan PMI didasari semangat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi PMI dan keluarganya di Indonesia, serta berusaha mengurangi ketergantungan PMI pada pinjaman informal yang berisiko tinggi. Pemerintah terus berupaya mendorong penggunaan KUR sebagai opsi pembiayaan prioritas bagi rekan-rekan calon PMI yang membutuhkan pembiayaan murah dan tidak memberatkan. ”Kami sangat berterima kasih kepada bankjatim atas sinergitas yang telah terjalin ini. Semoga ke depannya kami dapat terus bekerja sama demi kesejahteraan ekonomi dan pertumbuhan devisa di Indonesia,” tandasnya.[rea]






