Madiun (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun mengalami lonjakan penumpang yang signifikan menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah. Berdasarkan data penjualan tiket hingga Jumat (13/9/2024), tingkat okupansi rata-rata kereta api di wilayah Daop 7 mencapai 122 persen.
Kenaikan jumlah penumpang ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama masa liburan. Beberapa kereta api dengan tingkat okupansi tertinggi di antaranya adalah Kahuripan (Blitar-Kiaracondong) dengan 172 persen, Brantas (Blitar-Pasarsenen), dan Singasari (Blitar-Pasarsenen).
Stasiun-stasiun utama di wilayah Daop 7 juga mengalami peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Stasiun Madiun, sebagai pusat transportasi di wilayah ini, mencatat jumlah penumpang naik dan turun tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak penumpang yang memulai atau mengakhiri perjalanannya dari dan menuju Madiun.
Menanggapi lonjakan penumpang, PT KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjaga ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api.
“Kami terus berupaya menjaga ketepatan waktu operasional kereta api. Evaluasi kami menunjukkan bahwa pada bulan Agustus lalu, ketepatan waktu keberangkatan mencapai 100 persen,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Kuswardojo, Sabtu (14/9/2024)
Selain itu, KAI juga terus melakukan inspeksi rutin terhadap seluruh sarana dan prasarana kereta api untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan kereta api selama masa liburan, KAI mengimbau agar memesan tiket jauh-jauh hari. Hal ini untuk menghindari kekecewaan akibat kehabisan tiket. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di stasiun dan di dalam kereta api.
”Terkait dengan pengguna jalan raya, KAI mengimbau agar selalu berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang. Prioritaskan perjalanan kereta api dan pastikan kondisi aman sebelum melintas,” pungkasnya. [fiq/beq]






