Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 159 pesilat muda dari berbagai daerah mengikuti kejuaran Pencak Silat Wali Kota Blitar Cup 2024. Kejuaraan pencak silat ini dilaksanakan selama 3 hari dan digelar di GOR Soekarno Hatta Kota Blitar.
Peserta yang ikut kejuaraan ini pun berasal dari berbagai perguruan silat diantaranya PSHT, PSHW, Pagar Nusa serta Kera Sakti. Kejuaraan ini pun menjadi ajang unjuk kebolehan para selita muda untuk menunjukkan ilmu yang dimilikinya, namun tentunya bukan mencederai lawan.
“Ada 159 atlet dari tingkatan SMP dan SMA sederajat dan hanya remaja saja. Beberapa waktu lalu juga pernah dilakukan usai dini dan pra remaja yang juga diikuti oleh kurang lebih 700 peserta,” kata Miskan Hadi, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia Kota Blitar, Jumat (13/9/2024).
Kejuaraan pencak silat ini digelar sebagai ajang penjaringan atlet muda berbakat di bidang pencak silat. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Blitar berharap dalam kejuaraan ini muncul pesilat-pesilat muda berbakat yang bisa mewakili Bumi Bung Karno di kancah regional, nasional bahkan dunia.
“Ini difokuskan remaja untuk Popda Jawa Timur bulan Oktober dengan waktu singkat dan hanya diberikan untuk remaja saja. Semoga di tahun berikutnya bisa mengadakan yang lebih dari tahun ini,” harapnya.
Kegiatan ini pun disambut antusias oleh para pesilat muda. Para peserta tersebut mengaku senang karena diberikan wadah untuk menunjukkan kebolehan ilmu bela diri. “Senang karena di sini bisa dapat musuh baru dengan jurus-jurus yang baru juga,” kata Almira, salah satu peserta.
Para peserta pun telah mempersiapkan diri jauh jauh hari. Mereka tidak ingin kalah dan malu saat bertanding di Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Blitar Cup 2024 ini. “Kalau ketendang sudah jadi risiko ya, yang jelas senang dan bisa bertemu dengan banyak teman,” tegasnya.
Wali Kota Blitar Santoso pun mengapresiasi langkap IPSI Kota Blitar yang bisa menggelar kejuaraan pencak silat ini. Selain untuk memunculkan bibit muda di bidang pencak silat, kegiatan ini dinilai sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan tak benda yang diakui oleh UNESCO.
“Kalau tidak ada kegiatan secara rutin yang dilakukan dan terobosan yang dilakukan maka ikatan pencak silat, ilmu beladiri dimiliki oleh bangsa Indonesia akan punah,” ungkap orang nomor satu di Bumi Bung Karno tersebut. [owi/suf]






