Magetan (beritajatim.com) – Menjelang Pilkada serentak 2024, Nahdlatul Ulama (NU) kembali diingatkan untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis. Kyai Khoirudin, salah satu tokoh NU Magetan, menegaskan bahwa NU adalah organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, bukan partai politik.
Kyai Khoirudin merespons viralnya foto di media sosial yang memperlihatkan Ketua PCNU Magetan, Kyai Susanto Khoirul Fatwa, diduga mendukung salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Magetan. Jika benar, tindakan tersebut dinilai melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.
“Pengurus NU diperbolehkan mendukung calon secara pribadi, namun tidak boleh membawa simbol, logo, atau fasilitas NU. Apabila pengurus terlibat kampanye terbuka seperti yang terlihat di foto, itu jelas melanggar AD/ART NU,” kata Kyai Khoirudin, Kamis (12/9/2024).
Khoirudin menegaskan bahwa seluruh pengurus NU, dari tingkat pusat hingga daerah, diwajibkan menjaga netralitas. Mereka dilarang terlibat langsung dalam aktivitas kampanye atau menjadi tim sukses selama Pilkada serentak berlangsung.
Sebagai langkah pengawasan, Kyai Khoirudin menyebut akan memantau aktivitas media sosial para pengurus NU untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan. “NU adalah organisasi keagamaan, bukan politik. Jika ada pengurus yang terbukti terlibat dalam kampanye, mereka harus dinonaktifkan,” tegasnya.
Meskipun demikian, NU tidak melarang anggotanya mendukung calon secara pribadi, selama tidak melibatkan atribut atau identitas organisasi. Dukungan pribadi diperbolehkan asalkan tidak mencampurkan kepentingan organisasi.
Sementara itu, Ketua PCNU Magetan, Kyai Susanto Khoirul Fatwa, memberikan klarifikasi terkait foto yang beredar. Menurutnya, pernyataan dalam foto tersebut diambil sebelum Pilkada, dan bukan bentuk dukungan politik terhadap pasangan calon tertentu.
“NU sebagai organisasi bersifat netral, tidak ada instruksi apapun terkait Pilkada. Jika jamaah bertanya, saya hanya menyarankan mereka memilih kader NU sebagai bentuk solidaritas, tetapi ini bukan instruksi dari organisasi,” jelas Kyai Susanto.
Dia juga menekankan bahwa NU tidak mendukung pasangan calon mana pun atas nama organisasi, sesuai arahan para masyayikh. (fth/but)







2 Komentar
Saya baru dengar pak khoirudin itu tokoh NU
Baru tau Kalau pak khoirudin itu ngaku tokoh NU brrti juga gk netral krna mendukung mbah nanik…