Magetan (beritajatim.com) – Sudah seluas 272,60 Hektar lahan di area Puncak Gunung Lawu yang sudah disisir petugas operasi search and rescue (SAR) guna mencari Ali Rahmatullah (48) warga Desa Minggiran, Papar, Magetan, Jawa Timur, sepanjang tanggal 26 Oktober 2022 hingga 29 Oktober 2022. Namun, hingga hari keempat pencarian kali ini belum ada petunjuk yang mengarah pada keberadaan pria yang bekerja sebagai sales di sebuah pabrik kecap di Solo Jawa Tengah itu.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Eka Wahyudi membenarkan jika seluruh search and rescue unit (SRU) baik yang sudah turun maupun masih di atas yakni SRU VI yang menyisir dari Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur belum menemukan petunjuk. Belum ada temuan barang yang diduga milik Ali semisal sandal jepit atau barang lain yang dibawa Ali untuk melakukan ritual di Gunung Lawu.
“Kalau secara luasan, sudah sekitar 272,60 Hektar yang disisir seluruh SRU. Itu belum ditambah area bawah puncak. Total personel yang terlibat 145 orang dan memang belum ada petunjuk. Sementara, hanya satu SRU yang masih memantau yakni SRU VI yang melakukan pencarian lewat jalur Jogorogo sampai Cemoro Lawang. Tapi, laporan sementara di hari Sabtu (29/10/2022) ini belum ada petunjuk atau nihil,” kata Eka pada beritajatim.com, Sabtu (29/10/2022).
Dia menerangkan pukul 05.00 WIB hingga sampai saat ini penyisiran dilakukan dengan jumlah 6 personil, yaitu melalui jalur via Jogorogo, Kabupaten Ngawi, tepatnya di sekitar Pos V Cemorolawang belum mendapatkan petunjuk keberadaan Ali. Tim asal Jogorogo sudah menyisir di Pos I Ukir Bayi, Pos II Sumber Mata Air Ngudal, Pos Bayangan Watu Kloso, Pos III Akasia, Pos IV Pendem, dan Pos V Cemoro Lawang.

“Karena pencarian di hari pertama hingga hari ketiga tak menemukan petunjuk, maka SRU yang sudah naik diminta turun. Sementara yang dari jalur Jogorogo baru berangkat kemarin dan dijadwalkan turun di Cemoro Sewu 31 Oktober 2022,” pungkasnya.
Untuk diketahui, seorang pendaki Gunung Lawu dilaporkan hilang sejak 18 Oktober 2022. Adalah Ali Rahmatullah (48) warga Dusun Rejowinangun, Desa Minggiran Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Pria itu adalah pendaki ritual yang naik via Jalur Pendakian Cemoro Sewu pads 15 Oktober 2022 pukul 17.10 WIB. Tak ada rombongan, dia naik sendirian untuk melakukan ritual di Puncak Gunung Lawu.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi membenarkan terkait adanya laporan pendaki yang hilang. Dari kronologi yang disampaikan, Ali terpantau melakukan registrasi pada Sabtu, 15 Oktober 2022 pukul 17.10 WIB. Karena kondisi cuaca yang ekstrim pada 18 Oktober 2022, dua orang Satgasus Lawu yakni Feri dan Dedy, mengadakan penyisiran semua pendaki diturunkan untuk antisipasi cuaca ekstrim.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pendaki-hilang”]
Penyisiran pendaki dilanjutkan pada hari berikutnya. Pada tgl 22 Oktober 2022 ada pihak keluarga dari saudara Ali Rahmatullah melaporkan ke posko tiket Cemoro Sewu bahwa saudaranya atas nama Ali Rahmatullah mendaki mulai 15 Oktober 2022 sampai 22 Oktober 2022 belum pulang.
Berdasarkan laporan tersebut 2 Anggota satgas bersama paguyuban kantin Lawu melakukan pencarian di puncak lawu dengan hasil nihil. Pada 24 Oktober 2022 meluncurkan lagi tim TRC PGL, Satgas Perhutani, Petugas perhutani untuk melakukan pencarian lagi dengan hasil sampai 25 Oktober nihil. Sampai akhirnya Pos SAR dibuka untuk melakukan pencarian pada 26 Oktober 2022. [fiq/but]






