Jember (beritajatim.com) – Para sopir yang tergabung dalam Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman dalam pemilihan kepala daerah kali ini, Rabu (11/9/2024).
Deklarasi dukungan tersebut bersamaan dengan acara perayaan ulang tahun ketujuh Pintar, di Kafe Tetes Tebu. Kurang lebih 60 otang pengurus dari 14 unit, antara lain unit pengemudi dump truck, unit angkutan barang, unit becak, unit ojek pangkalan, lima unit kerja angkutan kota, dan unit mobil penumpang umum (MPU). Anggota Pintar sendiri kurang lebih mencapai dua ribu orang.
Wakil Ketua Pintar Moch. Busairi menilai kebijakan Hendy-Firjaun, selama memimpin Jember sejak 2021 hingga saat ini, berpihak kepada para pengemudi angkutan. Salah satunya program angkutan sekolah gratis (ASG) dan angkutan wisata.
Terakhir Bupati Hendy mendukung pembentukan koperasi yang dikelola para pengemudi angkutan umum, yang mengakhiri konflik antara pengemudi ojek online dengan ojek pangkalan dan penarik becak di Stasiun Jember.
“Program ini tidak serta-merta ada. Ini program Pemkab Jember. Umpama ganti bupati, belum tentu berlanjut. Oleh karena itu, ayo kita perjuangkan. Teman-teman pun sepakat,” kata Busairi.
Busairi mencontohkan program angkutan sekolah gratis yang sudah diperjuangkan sejak 2020, sebelum Hendy-Firjaun menjabat. “Dulu pada masa Bupati Bu Faida pernah ada, tapi awut-awutan. Kalau yang sekarang sudah tertata rapi. Walau ada kekurangan di sana-sini masih ada perbaikan ke depannya,” katanya.
Kebijakan pemerintahan Hendy-Firjaun di bidang transportasi selama ini sesuai dengan tujuan aktivitas Pintar. “Kami berjuang demi kemaslahatan umat yang berbasiskan angkutan, membantu kaum lemah. Kami buktikan melalui pendampingan-pendampingan terhadap sopir, tukang ojek, dan lain-lain,” kata Busairi.
Hendy-Firjaun hanya diusung PDI Perjuangan dalam pilkada tahun ini. Namun kendati hanya diusung satu partai, Busairi berharap Hendy-Firjaun menang dan menjadikan Jember lebih baik. “Kami berharap para sopir bisa meningkatkan taraf hidup lebih baik, dan sudah dibuktikan beliau melalui program ASG,” katanya.
Busairi mengaku para sopir terbantu dengan program kesehatan gratis J-Keren. “Ke depan kami ingin diikutsertakan dalam program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan, karena pekerjaan pengemudi ini berisiko di jalan,” katanya.
Busairi juga berharap ada program beasiswa bagi anak-anak sopir untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. “Biaya pendidikan sekarang mahal. Ya mbok anak-anak kami dapat beasiswa,” katanya. [wir]






