Surabaya (beritajatim.com) – PT Erela dan Klinik Mata dr. Sjamsu (KMDS) Surabaya menggelar program bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis untuk membantu pasien dengan keterbatasan finansial, pada Jumat (6/9/2024).
Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen PT Erela, sebagai perusahaan farmasi yang telah berdiri 59 tahun dan KMDS Surabaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perawatan kesehatan mata.
Direktur Utama KMDS, Prof. dr. Sjamsu Budiono SpM(K), menjelaskan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan baksos operasi katarak gratis ini. KMDS menyiapkan fasilitas lengkap, mulai dari alat hingga tenaga medis.
“Kami telah menyiapkan fasilitas yang lengkap, mulai dari alat-alat medis hingga tenaga medis. Klinik kami memiliki 14 dokter mata dan perawat khusus untuk operasi,” ujar Prof Sjamsu.
Meskipun fasilitasnya memadai, Prof. Sjamsu mengakui bahwa masih banyak masyarakat di desa yang belum mengetahui keberadaan klinik dan layanan kesehatan mata yang tersedia.
Karena itu, bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya, KMDS berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang layanan ini. Hal ini untuk mengidentifikasi dan menangani katarak sejak dini, sebelum kondisi penglihatan memburuk lebih jauh.
“Kami mengundang pasien, terutama yang kurang mampu, untuk memanfaatkan fasilitas kami, baik melalui BPJS maupun baksos bersama PT Erela ini,” tambah Prof. Sjamsu.
Product Manager PT Erela, dr. Andriani T. Larosa, mengatakan, sebagai perusahaan farmasi yang sudah memasarkan banyak produk obat-obatan baik itu obat dengan merk dagang, juga menyediakan obat-obatan generik, PT Erela memiliki tanggungjawab sosial melalui CSR, salah satunya dalam bentuk Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis.

Andriani menambahkan, dalam program baksos ini, PT Erela fokus pada pasien non-BPJS yang menghadapi kendala biaya untuk operasi katarak. Pada tahun 2024, pihaknya sudah menyelenggarakan 18 baksos katarak di berbagai wilayah di Indonesia.
“Baksos ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi pasien yang tidak mampu, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung program pemerintah,” ungkap Andriani.
Setidaknya ada 30 pasien yang mengikuti baksos katarak di Klinik Mata dr. Sjamsu. Katarak, yang merupakan gangguan penglihatan akibat lensa mata yang keruh, dapat menghambat produktivitas dan kualitas hidup pasien.
Penyakit ini umum terjadi terutama pada usia di atas 60 tahun, namun juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda, bahkan anak-anak.
“Kasus katarak di Indonesia, terutama di Jawa Timur dan Surabaya, cukup tinggi. Program ini membantu mengurangi jumlah pasien yang belum mendapatkan perawatan yang diperlukan,” ujar Dr. Andriani.
Sementara itu, Waeni (85), salah satu pasien operasi katarak gratis mengungkapkan rasa senangnya usai mengikuti program ini. Ia mengaku, sudah dua tahun terakhir mengalami gangguan penglihatan.
“Selama dua tahun tetap berkegiatan, meskipun pandangan tidak terlihat jelas. Kalau masak kadang keliru garam. Harapannya bisa bekerja dan aktivitas kembali dan bisa melihat lebih jelas setelah operasi ini,” katanya.
Bakti sosial operasi katarak gratis di Klinik Mata dr. Sjamsu Surabaya, didukung oleh PT Erela, merupakan langkah penting dalam meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan mata bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini tidak hanya memberikan perawatan medis berkualitas, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan perawatan katarak. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan lebih banyak pasien dapat memperoleh manfaat dari layanan ini dan kembali menikmati kualitas hidup yang lebih baik. [ipl/ted]






