Malang (beritajatim.com) – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menyelenggarakan International and National Summer Course 2024. Acara ini diikuti sebanyak 123 peserta summer course dari berbagai universitas di 6 negara, yaitu Indonesia, Pakistan, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Summer Course 2024 diadakan secara luring dan daring mulai 26 Agustus 2024 hingga 31 Oktober 2024. Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan., STP. M.App.Life.Sc., menyampaikan bahwa Summer Course ini mengusung tema ‘Teknologi Pertanian yang Tangguh dan Berkelanjutan : Teori dan Praktek’. Ia menjelaskan bahwa kegiatan adalah sebagai komitmen FTP UB untuk terus bertaraf internasional.
“Jadi itu salah satu fungsinya dari kegiatan ini adalah selain FTP berkomitmen untuk bertaraf internasional. Selain itu juga meningkatkan networking dan juga implementasi kerjasama dengan perguruan tinggi beroperasi di mitra nasional maupun internasioal,” ujar Yusuf Hendrawan, Jumat (6/9/2024) kepada beritajatim.com.
Menurutnya, short course ini menjadi kesempatan yang baik bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan bidang teknologi pertanian yang tangguh dan berkelanjutan tapi juga sekaligus platform yang tepat untuk meningkatkan jejaring antar mahasiswa di level internasional sekaligus meningkatkan soft skill dan pengalaman.
“Berkolaborasilah, maksimalkan dan manfaatkan sebaik mungkin. Kemarin pada gelombang 1 sudah banyak sekali mahasiswa nasional yang punya koneksi dengan mahasiswa internasional sehingga ketika mereka di sana ada kegiatan mahasiswa kita di nasional bisa ikut berkiprah di kegiatan internasional,” ujar Yusuf.
Beberapa kegiatan summer course ini diantaranya adalah materi tentang Introduction to Resilient and Sustainable Agricultural Technology: Mikroba dalam Sistem Makanan; Teknologi Industri Pertanian; Teknik Biosistem : Inovasi Teknik Biosistem untuk Teknologi Pertanian yang Berkelanjutan; Artificial Intelegence untuk Sistem Pertanian yang Presisi dan Berkelanjutan; Pertanian Digital : Internet of Things dan Konektivitas dalam Sistem Pertanian.
Selain itu, ada juga materi tentnag Pemetaan Penampakan Emosional melalui Convulutional Neural Network untuk Menyesuaikan Efek Relaksasi dari Teh Daun Kopi serta Kecakapan Komunikasi. Ada juga pelatihan diversifikasi produk olahan pangan di Food Production and Training Center (FPTC) dan UMKM Tempe.

“Kami juga mengajak peserta summer course untuk melakukan kunjungan industri di PT. Amerta Indah Otsuka dan PT Heinz ABC Indonesia. Mereka juga diajak menikmati wisata alam di Gunung Bromo,” jelas Dekan.
Menariknya, summer course ini dikonversikan dengan total 10 SKS. Peserta nantinya akan mendapat konversi tersebut. Menurut Dekan, acara ini juga sebagai upaya UB mencapai QS University Ranking yang akan menargetkan urutan ke 500 dunia.
“Kami berharap acara ini dapat memperluas kerjasama internasional khususnya fakultas teknologi pertanian UB. Kemudian menjadi fasilitas untuk mahasiswa bisa berinteraksi dengan mahasiswa internasional serta membuka kesempatan adanya kerjasama baik di bidang pendidikan penelitian pengabdian oleh tenaga pengajar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan tenaga kependidikan,” kata Yusuf menutup.
Chisato, mahasiswi dari Miyasaki University membagikan pengalamannya saat mengikuti summer course. Ia awalnya sempat merasa gugup, tetapi perlahan mampu beradaptasi dan menikmati program tersebut.
“Saat saya datang ke Malang, saya merasa sangat gugup dan khawatir saat berbicara Bahasa Inggris. Tapi perlahan saya enjoy karena orang di sekitar saya sangat baik,” kata Chisato saat diwawancarai. [dan/beq]






