Jombang (beritajatim.com) – PKM (Program Kemitraan Masyarakat) Fakultas Teknik Undar (Universitas Darul Ulum) Jombang Jawa Timur melakukan pemberdayaan pengelolaan Wisata Pemandian Air Panas Banyu Biru di Desa Gondangwetan Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk, Kamis (5/9/2024).
Tim Dosen Uniersitas Darul Ulum Jombang yang diketuai Ir. Hidayatul Nurohmah, MT. Tempat wisata yang dikenal juga sebagai Pemandian Air Panas Banyu Biru Jatikalen ini jaraknya 35 kilometer dari pusat Kota Nganjuk.
Tak hanya pemandian air panas alami, tempat ini juga dipercaya sebagai pengobatan alternatif yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Mandi di air panas Banyu Biru dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti, pegal linu, gatal-gatal, reumatik, dan lainnya.
Kegiatan PKM Pelatihan Manajemen Strategi Bisnis dan Teknik Penyusunan SOP Pelayanan Pariwisata yang diikuti oleh pengurus wisata perangkat desa dan beberpa masishasiwa kampus Undar.
Diawali sambutan Kepala Desa Gondangwetan, Jaini. Dia menyampaikan ucapan selamat datang dan mengapresiasi kegiatan kampus Undar terutama Fakultas Teknik yang telah peduli pada Desa Gondangwetan.
“Semoga kegiatan ini tidak sebatas pada tahun ini saja tetapi kami berharap dapat dilakukan pendampingan dalam bentuk kegiatan lainnya,” kata Jaini.
Selanjutnya pelatihan dibuka resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. H. Muhlasin, M.Si. Dalam sambutannya Muhlasin menekankan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bagian dari perwujudan konsep atau misi tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya menjadi poin penting dalam mewujudkan visi dari perguruan tinggi.
Pendidikan dilakukan dengan menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan. “Juga penelitian yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Muhlasin.

Saat ini, kata Muhlasin, di Desa Gondangwetan merupakan kegiatan yang mencerminkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai program pengabdian.
“Ketiga hal tersebut juga menjadi tanggung jawab semua elemen baik mahasiswa, dosen, serta berbagai sivitas akademika yang terlibat,” kata Muhlasin.
Muhlasin menandaskan, melalui pelatihan manajemen strategi bisnis dan penyusunan SOP pelayanan pariwisata diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan itu juga diharapkan mampu memberikan solusi dalam membangun kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat.
Ketua PKM di Desa Gondangwetan Ir. Hidayatul Nurohmah, MT. menjelaskan, pemberdayaan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) melalui smart tourism dan manajemen usaha pariwisata dilaksanakan melalui pendanaan yang bersumber dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM).
“Kami bersama Tim fakultas Teknik Undar berkomitmen untuk menjalankan program ini dengan baik sebagaimana yang sudah kami lakukan di beberapa Kabupaten lainnya di Jawa Timur,” ujarnya.
Ketua Pengelolan Pemandian Air Panas Banyu Biru, Supriyadi, menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Teknik Undar. “Kegiatan PKM ini seakan menjadi jawaban atas harapan kami selama ini,” kata Supriyadi.
Melalui sinergisitas yang baik bersama pemerintah desa dan masyarakat, selama ini pengelolaan wisata banyu bening sudah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan hasilnya bagi masyarakat, petani dan pengembangan wisata. Namun dengan kegiatan PKM Undar ini menjadikan semangat baru bagi kami untuk bekerja lebih profesional.
Terlebih dalam program ini ada pendampingan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bisa kami harapkan menjadi wahana pendidikan lingkungan dan teknologi bagi masyarakat, selain itu dapat menekan pengeluaran pembiayaan listrik.
“Kami menyadari bahwa potensi wisata Banyu Biru ini berasal dari sumber mata air yang dimanfaatkan. Harapan kami juga agar mempertahankan kualitas dan kuantitas sumber mata air ini perlu dilakukan konservasi sumber daya air melalui kegiatan perluasan tangkapan air dalam bentuk penghijauan maupun pembuaran sumur resapan,” pungkasnya. [suf]






