Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro telah mendistribusikan sebanyak 401 tangki air bersih. Pendistribusian air bersih dengan kapasitas tangki 5.000 liter itu untuk korban kekeringan terhitung hingga 31 Agustus 2024.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Laela Nor Aeny mengatakan, memasuki musim kemarau, wilayah Kabupaten Bojonegoro memang rentan terjadi bencana kekeringan. Hingga 31 Agustus 2024 sudah 401 tangki air bersih didistribusikan ke 45 desa yang tersebar di 18 kecamatan.
“Bagi yang membutuhkan dapat langsung menghubungi melalui pihak desa atau kecamatan terkait maupun Call Center BPBD Bojonegoro 08113356444, atau menghubungi ke nomor 0813 3593 4086,” ujarnya, Selasa (3/9/2024).
Sebanyak 18 kecamatan yang mengalami kekeringan itu, seperti Kecamatan Kepohbaru ada 5 desa, Desa Nglumber, Bumirejo, Desa Kepoh, Desa Sugihwaras, Desa Mojosari, dan RSUD Kepohbaru. Kecamatan Temayang 2 desa, Desa Bakulan dan Desa Papringan.
Kecamatan Purwosari, Desa Donan. Kecamatan Margomulyo, Desa Meduri. Kecamatan Sumberrejo, Desa Sumberharjo, Margoagung, dan Desa Deru. Kecamatan Sugihwaras, Desa Panunggalan, Siwalan, Drenges, Jatitengah, Alasgung dan Desa Bareng. Kecamatan Sukosewu, Desa Sumberjokidul.
Kemudian Kecamatan Ngasem, Desa Kolong, Butoh, Jelu, Sendangharjo, Tengger dan Desa Bareng. Kecamatan Tambakrejo, Desa Jatimulyo, Gamongan, kalisumber, dan Desa Malingmati. Kecamatan Ngraho, Desa Sugihwaras. Kecamatan Kedungadem, Desa Jamberejo.
Selanjutnya, Kecamatan Bubulan, Desa Clebung dan Desa Ngorogunung. Kecamatan Ngambon, Desa Nglampin, Sengon, dan Desa Bondol. Kecamatan Trucuk, Desa Kanten. Kecamatan Malo, Desa Sukorejo dan Desa Petak. Kecamatan Kapas, Desa Kumpulrejo. Kecamatan Kanor Desa Simbatan, dan Kecamatan Sekar, Desa Miyono, Bobol, dan Desa Bareng. [lus/kun]






