Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Menteri Perdagangan, Dr. Jerry Sambuaga, menekankan potensi besar industri mainan anak Indonesia untuk menembus pasar global.
Menurut Dr. Jerry saat grand launching pameran permanen Indonesia Toys Paradise di Dupak Grosir Surabaya, Selasa (3/9/2024), Indonesia memiliki peluang yang sangat baik untuk mengembangkan industri mainan anak, terutama melalui promosi dan peningkatan kapasitas produk-produk UKM.
“Pameran ini adalah ajang penting untuk mempromosikan produk-produk UKM, termasuk mainan anak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Indonesia memiliki populasi yang besar, dan ini menjadi modal kuat untuk memajukan industri mainan di pasar global,” ujar Dr. Jerry .
Pemerintah, lanjutnya, berperan aktif dalam memfasilitasi dan mendorong pelaku usaha agar lebih kompetitif. Salah satu upayanya adalah melalui pelatihan dan promosi yang terintegrasi. “Kami di Kementerian Perdagangan memiliki perwakilan di 46 negara melalui atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Mereka siap bersinergi dengan pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produk Indonesia di kancah global,” jelasnya.
Dr. Jerry juga menekankan pentingnya selektivitas dalam impor barang untuk menjaga keseimbangan ekspor-impor. “Impor harus dilakukan secara selektif, terutama untuk bahan baku yang tidak tersedia di dalam negeri. Tujuannya adalah mendukung industri lokal agar produk jadi bisa diekspor, sehingga nilai ekspor Indonesia tetap lebih tinggi dibandingkan impor,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Jerry menjelaskan bahwa hingga Juli 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 13,92 miliar dengan neraca perdagangan yang surplus selama 51 bulan berturut-turut. “Ini menunjukkan bahwa kebijakan selektif dalam impor dan fokus pada ekspor telah membuahkan hasil positif bagi perekonomian nasional,” tuturnya.
Selain itu, Kementerian Perdagangan juga telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi UKM untuk meningkatkan daya saing mereka, mulai dari pengemasan produk hingga pemenuhan standar nasional dan internasional. “Kami ingin UKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan ini kami harapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka,” ujar Dr. Jerry.
Dalam upayanya untuk memajukan produk lokal, Dr. Jerry juga menyebut adanya regulasi yang mengharuskan toko-toko ritel dan minimarket untuk menyediakan sebagian besar produk lokal. “Kami selalu menekankan keberpihakan kepada produk lokal, sehingga industri dalam negeri dapat tumbuh dan berkembang lebih pesat,” pungkasnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri mainan anak di Indonesia, serta memastikan bahwa produk-produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, CEO Tritunggal Abadi Jaya Indonesia (TAJI), penyelenggara ITP, Hardy Pangdani mengungkapkan ITP menggunakan pendekatan kolaborasi Hexa Helix dengan enam elemen strategis yang menjadi landasan utamanya. Yaitu: pemerintah, industri mainan anak, akademisi perguruan tinggi, media, komunitas dan asosiasi, serta hukum dan regulasi.
“Elemen ini bertujuan untuk menjadi melting pot, tempat bersinerginya berbagai pemangku kepentingan, sehingga dapat bersama-sama menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di industri mainan,” urainya.
ITP juga membangun landasan berbagai macam aktifitas di pameran permanen ini dengan empat pilar untuk mewujudkan visi dan misinya. Pertama yaitu Kolaborasi Hexa-Helix, kedua mendorong Inovasi dan transfer knowledge. Dalam hal ini, ITP berperan sebagai platform untuk memperkenalkan ide-ide baru dan mendorong terciptanya produk-produk inovatif yang memiliki daya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun internasional.
“Ketiga menghasilkan Business Meeting antar antar pihak-pihak termasuk buyer international. ITP menyediakan kesempatan bagi pelaku industri untuk bertemu dengan buyer internasional, memperluas jaringan, dan membuka peluang ekspor,” lanjutnya.
Kemudian mendorong literasi regulasi baik persiapan ekspor, standar produk dan lainnya. Keempat pilar tersebut menjadi inti dari berbagai macam aktifitas yg akan dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat UMKM Mainan Anak Indonesia.
“Keempat pilar tersebut menjadi inti dari berbagai aktivitas yang akan dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat UMKM mainan anak Indonesia. Di Indonesia Toys Paradise, semua pihak memiliki kesempatan untuk berbagi ide, memperkenalkan produk unggulan, serta menjalin kerjasama yang bermanfaat,” pungkasnya. [kun]







