Tuban (beritajatim.com) – Unirow (Universitas PGRI Ronggolawe) Tuban menggelar Kampung Budaya Kesenian Jawa (Kabud Senja) di lingkungan Ramah Anak Kelurahan Sidorejo, Senin (2/9/2024).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Kristin Tri Lestari. Tujuannya, sebagai media pelestarian permainan tradisional dan penanaman nilai-nilai karakter bangsa berbasis kearifan lokal.
“Selain itu, untuk menuju wisata edukasi ramah anak di Kelurahan Sidorejo Kabupaten Tuban,” ujar Kristin Tri Lestari.
Wanita yang akrab disapa Kristin ini juga menyampaikan, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak 26 Agustus hingga 1 September 2024. Hal itu sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya lokal melalui seni dan komunikasi.
“Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan penanaman nilai-nilai karakter, pengenalan permainan tradisional pada anak-anak di Kelurahan Sidorejo,” bebernya.
Menurutnya, melalui pengembangan nilai-nilai karakter, anak-anak dapat belajar tentang nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, serta sopan dan santun melalui tata karma dalam budaya jawa. Ke depannya akan menjadi pondasi kuat dalam pembentukan karakter mereka.
“Sebab, pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak sangat penting dalam melestarikan warisan budaya yang kini kian tergerus oleh era digitalisasi,” kata Kristin.
Tak hanya itu, kegiatan lomba juga dilaksanakan pada 29-30 Agustus 2024, meliputi permainan tradisional antara lain: congklak, engklek, kelerang, serta holahop. Kemudian, lomba mewarnai untuk tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) -TK (Taman Kanak-Kanak) serta SD (Sekolah Dasar).
“Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Kabud Senja ini anak-anak juga memakai kostum adat Jawa,” imbuhnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terlibat serta para mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unirow Tuban yang ikut serta berperan dalam Kabud Senja.
“Kami berharap, Kabud Senja ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga bisa menjadi acuan dan pendorong untuk terus melestarikan budaya meskipun di zaman yang telah modern,” pungkasnya. [ayu/suf]






