Jember (beritajatim.com) – Faida, mantan bupati yang gagal mendaftarkan diri menjadi calon bupati dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini menolak mengalihkan dukungan ke calon lainnya.
Hingga batas akhir pendaftaran, Kamis (29/8/2024) pukul 24.00 WIB, hanya ada dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Jember, yakni Muhammad Fawait-Djoko Susanto dan Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Faida gagal mencalonkan diri, karena tidak mampu menyerahkan bukti dukungan partai politik hingga batas akhir waktu pendaftaran. Dia mengklaim ada dua partai parlemen yang hendak memindahkan dukungan dari salah satu bakal calon bupati kepadanya. “Namun waktunya tidak cukup untuk membawa B1.KWK asli ke KPU Jember,” katanya, Jumat (30/8/2024) dini hari.
Gagal mencalonkan diri, Faida tidak akan mengarahkan pendukungnya untuk mendukung Hendy-Firjaun maupun Fawait-Djoko. “Wah susah saya. Soalnya mau memilih yang mana. Saya tidak bisa merekomendasikan, kecuali saya tahu pasti bahwa di tangan orang yang saya rekomendasikan ini Jember akan lebih baik,” katanya.
“Kecuali saya tahu, yang saya rekomendasikan ini tidak akan korupsi, tidak terlibat korupsi. Kecuali saya tahu bahwa yang saya rekomendasikan ke pendukung saya ini adalah orang-orang yang akan memimpin dengan cara-cara jujur,” kata Faida.
Hingga saat ini, menurut Faida, belum ada satu pun calon yang menghubunginya. “Tidak ada,” katanya.
Usai gagal mencalonkan diri jadi bupati Jember kembali, Faida akan beraktivitas seperti biasa. “Menjalani kehidupan seperti kemarin-kemarin. Mungkin Allah punya rencana lain untuk menghindarkan saya dari hal-hal yang tidak menguntungkan atau merugikan, hal-hal yang kurang menyenangkan,” katanya.
“Saya juga punya target-target yang belum diselesaikan untuk diselesaikan, seperti tugas-tugas wasiat dari orangtua untuk mengembangkan Rumah Sakit Bina Sehat di kota-kota lain. Dengan kondisi ini bisa memungkinkan,” kata Faida.
Faida juga akan melanjutkan penyelesaian pembangunan klinik Bina Sehat di 31 kecamatan di Jember. “Yang selama ini masih terhambat izin-izinnya di Kabupaten Jember. Kalau di kota lain lebih lancar, mungkin saya kerjakan lebih dulu di kota lain,” katanya. [wir]







1 Komentar
Maksudnya bagaimana ya mbak ?…..
2 calon yang sudah terdaftar terlibat korupsi begitu ?…..