Jember (beritajatim.com) – Datang delapan menit menjelang tengah malam, Kamis (29/8/2024), di kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, mantan bupati Faida akhirnya gagal mendaftarkan diri menjadi calon bupati periode 2024-2029.
Faida turun dari mobil Alphard warna hitam bernomor polisi L 81 ASA dengan didampingi putranya Akmal. Begitu datang sekitar pukul 23.52, perempuan berjilbab itu langsung berjalan menuju ruang aula yang biasa digunakan untuk menerima kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Faida disambut Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni, komisioner KPU Jember Zeni Musafa dan Hendra Wahyudi, Ketua Badan Pengawas Pemilu Jember Sanda Aditya, dan komisioner Bawaslu Jember Ummul Mukminat. Mereka kemudian masuk ke dalam ruang kerja Dessi.
Pertemuan berlangsung kurang lebih 10 menit. Usai pertemuan, Faida langsung menjumpai wartawan yang sudah menunggu. “Saya sudah menyampaikan kepada masyarakat yang mengharapkan saya maju dalam Pilkada 2024 ini. Saya sudah berusaha.” katanya.
Menurut Faida, sebenarnya ada dua partai parlemen yang hendak memindahkan dukungan dari salah satu bakal calon bupati kepadanya. “Namunm waktunya tidak cukup untuk membawa B1.KWK asli ke KPU Jember,” katanya.
“Maka saya sampaikan kepada seluruh pendukung, handai tolan, relawan, tim sukses yang mengharapkan saya bisa berkontestasi di pilkada ini, saya mohon maaf, karena tidak berhasil maju dalam Pilkada 2024 ini,” kata Faida.
Faida menolak menyebutkan nama dua parpol yang akan mendukungnya. “Karena tidak sampai mendaftar, saya tidak sampaikan,” katanya.
Namun Faida menegaskan, dewan pimpinan pusat dua partai itu sudah setuju untuk mendukungnya. “Andaikan online-nya bisa diselesaikan lebih dulu dan besok fisik aslinya disusulkan, ya selesai persoalan. Tapi aturannya, minta (berkas dokumen) aslinya. Apa boleh buat. Allah mungkin punya rencana lain buat kita dan Jember ini,” katanya.
Informasi yang berseliweran di media sosial menyebutkan, Partai Nasional Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan yang semula mendukung Muhammad Fawait dan Djoko Susanto akan memindahkan dukungan kepada Faida.
Faida mengapresiasi partai yang ingin demokrasi di Jember berjalan dinamis dengan menghadirkan banyak pilihan calon kepada masyarakat. “Mungkin karena memang pada saat-saat terakhir yang tidak cukup waktunya untuk menyelesaikan persoalan administrasi, jadi keadaannya tidak bisa bertambah satu pasangan calon lagi,” katanya.
Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni mengatakan, Kamis (29/8/2024) pukul 24.00 WIB adalah batas akhir pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. “Hari ini hanya satu pasangan calon yang mendaftar, yakni pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman,” katanya.
Kedatangan Faida, menurut Dessi, untuk melakukan konfirmasi awal. “Sedianya beliau hendak mendaftarkan diri, tapi ternyata mengalami satu hal teknis yang tidak bisa dilampaui. Ke sini untuk mengklarifikasi, tidak ada pendaftaran,” katanya.
Dokumen yang dijadikan pedoman oleh KPU pada saat pendaftaran adalah B.Pencalonan Partai Politik atau B.KWK yang ditandatangani oleh ketua atau pimpinan partai politik dan sekretaris. Dokumen asli, bermaterai, dan ditandatangani asli yang dibawa pada saat pendaftaran. Selain itu kami tidak bisa menerima selaku proses pendaftaran,” kata Dessi.
Dessi tidak tahu dua partai yang diklaim akan memindahkan dukungan untuk Faida. “Tidak terkonfirmasi karena selama tidak ada perubahan terhadap dukungan yang sudah masuk, yang sudah mengusung pasangan sebelumnya, kami tidak ada hak mengonfirmasi partai mana yang sudah mencabut atau tidak,” katanya.
Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember Sanda Aditya, Faida sempat menanyakan tata cara proses pengalihan dukungan partai. “Sesuai Keputusan KPU Nomor 1229, berkas B.Pencalonan.KWK harus berbentuk hard copy dan soft copy. Untuk hard copy, harus asli, yang berarti harus bertandatangan dan berstempel basah partai pengusung,” katanya.
Faida tidak membawa berkas yang dimaksudkan dalam keputusan KPU tersebut. Dengan demikian harapannya untuk mendaftarkan diri pun musnah.
“Saya berterima kasih kepada semua yang ikut berjuang mendukung dengan sukarela. Pagi, siang, malam berjuang menyosialisasikan, dan semua yang dengan rela hati berjuang bersama saya, saya sampaikan terima kasih,” kata Faida. [wir]







1 Komentar
Kacian deh elo,,,,,