Tulungagung (beritajatim.com) – BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan ) wilayah IX Jawa Timur melakukan studi teknis pemugaran di Candi Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Candi Boyolangu atau biasa disebut Candi Gayatri ini rencananya dilakukan pemugaran.
Ketua Tim studi teknis pemugaran, Ratna Ferdianti mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data terkait struktur dan kondisi candi terbaru. Nantinya mereka melakukan kajian terhadap data tersebut untuk menentukan metode pemugaran yang tepat. “Ada dua metode yang bisa dilakukan yakni kontekstual ataupun konsepsual,” ujarnya, Senin (26/8/2024).
Dalam studi ini, tim BPK juga mengumpulkan data dari segi historisnya. Candi Boyolangu disebut dalam kitab klasik Negarakertagama. Dalam kitab tersebut candi ini diketahui dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit era pemerintahan raja Hayam Wuruk. “Jadi ada beberapa ahli yang terlibat dalam studi teknis ini, ada arkeolog juga yang mengumpulkan data.” tuturnya.
Sebelumnya pada 2021, tim BPK juga melakukan studi kelayakan pemugaran di candi ini. Hasilnya mereka merekomendasikan dilakukan pemugaran.
Meskipun begitu Ratna mengaku tidak tahu pasti kapan pemugaran dilakukan. Hal ini dikarenakan mereka juga melakukan pemugaran di tempat lain. “Sepertinya pemugaran akan dilakukan pada tahun 2027 mendatang, karena tahun depan kita juga melakukan pemugaran di candi lain,” pungkasnya. [nm/suf]






