Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan Dashboard Simulasi Kekuatan Geoteknologi Pertahanan Indonesia di Laut Natuna Utara (Dasina) untuk mendukung pertahanan di wilayah Natuna Utara.
“Wilayah ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi keamanan maupun lingkungan,” kata Ketua Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) ITS, Prof Erma Suryani, Jumat (23/8/2024).
Menurut Erma, dashboard interaktif ini menyajikan data dan informasi tentang kekuatan Indonesia di Laut Natuna Utara dan akan berguna untuk pengambilan keputusan operasional, taktis, dan strategis.
Fitur dashboard dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama meliputi executive summary, rekomendasi, policy brief, dan peta. Executive summary memberikan ringkasan kondisi terkini di Laut Natuna Utara dari perspektif pertahanan dan keamanan, infrastruktur, serta sumber daya laut.
Fitur rekomendasi menyarankan kebijakan untuk menghadapi tantangan di Laut Natuna Utara, berdasarkan permasalahan yang diidentifikasi dalam policy brief. Peta menunjukkan batas wilayah dan pemantauan kapal di area tersebut.
“Kami menyediakan juga fitur peta yang menunjukkan batas-batas wilayah serta pemantauan kapal yang berlalu-lalang di wilayah tersebut,” kata Erma.
Bagian kedua berisi model analisis kondisi Laut Natuna Utara. Tim mengintegrasikan aplikasi Vensim dengan Dasina untuk mengembangkan model umpan balik dinamis yang menghitung dan memproyeksikan variabel penting dalam pertahanan dan keamanan.
Model ini kemudian diterjemahkan ke dalam tiga fitur di Dasina: threats, yang mengidentifikasi tantangan militer, non-militer, dan campuran; simulasi, yang mencakup base model, scenario model, dan outcome model; serta summary, yang menampilkan ringkasan hasil analisis. [ipl/beq]






