Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep menggelar deklarasi damai sebagai komitmen berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan Pilkada yang demokratis, jurdil, aman, dan kondusif, serta berkualitas.
“Berkualitas ini mengandung makna semua proses Pilkada dijalankan sesuai prosedur dan transparan. Dengan begitu, hasil Pilkada bisa diterima oleh semua pihak dan memiliki tingkat kepercayaan publik. Kalau itu terjadi, maka otomatis pemimpin yang dihasilkan pun memiliki legitimasi yang kuat dari rakyat,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, Senin (19/8/2024).
Deklarasi damai Pilkada serentak tahun 2024 di Kabupaten Sumenep ditandai dengan penandatanganan komitmen pemilu damai. Sejumlah pihak ikut membubuhkan tanda tangan.
Diawali Kapolres dan jajaran Forkopimda, diikuti penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu, disusul elemen-elemen lain seperti Ketua FKUB, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua PD Muhammadiyah, dan Perwakilan BEM.
“Deklarasi ini bukan seremonial dan formalitas, tapi pengikat untuk mewujudkan situasi yang kondusif. Dengan menjaga kondusivitas, kita tidak hanya mendukung terciptanya suasana yang aman dan damai, tetapi juga turut serta dalam upaya mencapai tujuan jangka panjang Kabupaten Sumenep sebagai kota yang maju dan berkelanjutan,” papar Henri.
Ia memaparkan, beberapa komitmen yang tercantum dalam Deklarasi Damai Pilkada serentak 2024 adalah mendukung dan membantu jajaran TNI-Polri dalam rangka keamanan serta serta mensukseskan gelaran Pilkada serentak tahun 2024 di wilayah Kabupaten Sumenep yang aman dan damai. Kemudian menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Selain itu, kami juga menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang menciderai pesta demokrasi,” ucapnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama sama menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pilkada serentak tahun 2024 di wilayah Kabupaten Sumenep. [tem/beq]






