Malang (beritajatim.com) – Tim dosen Universitas Negeri Malang (UM) melakukan diseminasi teknologi mesin spinner rotasi bulat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Pamekasan, Madura. Pengabdian ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran UMKM di desa Pademawu Barat.
Andika, ketua pelaksana program menjelaskan bahwa tujuan utama pengabdian untuk mempercepat hasil produksi dan meningkatkan pemasaran produk olahan singkong dan talas. Dua produk itu menjadi andalan UMKM Makmur Jaya milik Abu Sidiq.
“Di desa Pademawu Barat, UMKM ini telah lama berperan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat lokal, namun masih menghadapi kendala dalam mengoptimalkan kapasitas produksi dan pemasaran yang lebih luas,” ungkap Andika, Senin (19/8/2024).
Mesin Spinner Rotasi Bulat yang dikembangkan oleh tim dosen UM dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan produksi keripik singkong dan talas. Mesin ini berfungsi sebagai alat peniris minyak yang efektif, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus mempercepat proses produksi.
“Penerapan teknologi ini diawali dengan tahap persiapan dan koordinasi antara tim dosen dan mitra UMKM, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh UMKM Makmur Jaya dianalisis secara mendalam. Melalui program ini, kami ingin memberikan solusi nyata bagi UMKM agar mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” lanjut Andika Bagus.
Andika menambahkan bahwa mesin Spinner Rotasi Bulat adalah hasil dari riset yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengorbankan kualitas produk.Setelah pembuatan mesin selesai, tim dosen melanjutkan dengan serangkaian pelatihan dan pendampingan.
“Peserta pelatihan yang terdiri dari 20 ibu-ibu kader PKK dari desa Pademawu Barat diajarkan cara mengoperasikan mesin tersebut, melakukan perawatan rutin, dan menangani permasalahan teknis yang mungkin timbul selama penggunaan,” ungkap dosen Fakultas Teknik UM tersebut.
Tim yang dipimpin oleh Andika Bagus N.R.P, M.Pd, didukung dengan tim yang terdiri atas Prof. Aji Prasetya W, S.T., M.MT., Ph.D, Dr. Muhammad Alfan, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Eng. Anik Nur H, S.T., M.T. Program ini berlangsung sejak Juli sampai September 2024.
Anggota tim, Prof. Aji Prasetya menjelaskan bahwa selain aspek produksi, tim dosen UM juga menekankan pentingnya pemasaran yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Oleh sebab itu, program ini juga mencakup pendampingan pemasaran produk, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.
“Kami ingin para pelaku UMKM memahami bahwa kualitas produk yang baik harus diimbangi dengan strategi pemasaran yang tepat. Dengan begitu, mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Prof. Aji Prasetya.
Melalui pelatihan pemasaran ini, UMKM Makmur Jaya berhasil memperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar wilayah Pamekasan. Penjualan produk keripik talas, yang menjadi salah satu produk unggulan, mengalami peningkatan signifikan setelah program ini berjalan.
Meskipun program ini berhasil mencapai banyak target, tantangan masih tetap ada. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keberlanjutan penggunaan teknologi oleh para pelaku UMKM.

Keberhasilan program ini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi dampak jangka panjang yang signifikan. Dengan adanya mesin spinner rotasi bulat, UMKM Makmur Jaya kini lebih siap menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.
Teknologi ini memungkinkan peningkatan efisiensi produksi, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing produk di pasar lokal dan nasional. Selain itu, tim dosen dari UM melihat potensi untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut.
“Inovasi seperti modifikasi mesin untuk berbagai jenis produk olahan lainnya sedang dalam tahap perencanaan. Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya akan bermanfaat bagi UMKM di Pamekasan, tetapi juga dapat diadopsi oleh pelaku usaha di sektor lain yang membutuhkan peningkatan efisiensi produksi,” ujar Prof Aji.
Program diseminasi teknologi yang sukses ini juga memberikan inspirasi bagi program-program pengabdian masyarakat lainnya di berbagai bidang. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku UMKM, tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dapat diatasi secara efektif.
Pendekatan berbasis riset dan teknologi yang diterapkan dalam program ini dapat menjadi model yang diikuti oleh universitas lain dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
UM melalui tim dosen terus berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal melalui inovasi dan penerapan teknologi.
Program pengabdian berjudul “Stimulasi Percepatan Hasil Produksi dan Pemasaran UMKM Melalui Diseminasi Mesin Spinner Rotasi Bulat pada Masyarakat Wilayah Pamekasan Pulau Madura” ini sebagai bukti nyata bahwa riset akademik dan inovasi teknologi dapat membawa perubahan positif di masyarakat.
Dengan adanya mesin Spinner Rotasi Bulat, UMKM Makmur Jaya di Pamekasan kini mampu meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pemasaran. Hal itu membuka peluang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi lokal.
Komitmen tim dosen Universitas Negeri Malang dalam program ini tidak hanya berhenti pada implementasi teknologi, tetapi juga mencakup pendampingan berkelanjutan dan evaluasi untuk memastikan dampak jangka panjang. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi program pengabdian masyarakat lainnya.
“Kami harap ini inspirasi baik di Madura maupun di seluruh Indonesia, untuk terus mengembangkan solusi berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi oleh masyarakat,” tutup salah satu anggota tim pengabdian dosen UM, Prof Aji. [dan/aje]






