Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendengar laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan terkait pasien cuci darah yang meningkat. Kondisi itu menjadi perhatian serius bagi masyarakat di Banyuwangi.
“Kami mendapat laporan, jika frekuensi pasien cuci darah terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, usianya cenderung semakin muda,” ungkap Ipuk.
Terlebih, hasil laporan itu menunjukkan tercatat sebanyak 175 pasien yang melakukan cuci darah. Bahkan, paling mencengangkan ada 24 pasien di antaranya masih berusia muda. “Bahkan 24 di antaranya, adalah pasien usia muda, di bawah 40 tahun,” kata Ipuk.
Melihat data itu, Bupati Ipuk mengimbau untuk menggalakkan pola hidup sehat. Bahkan, Pemkab Banyuwangi menekankan melalui berbagai program. Di antaranya adalah Mall Orang Sehat guna mengkampanyekan pola hidup sehat di puskesmas seluruh Banyuwangi.
“Kita perlu tindakan preventif terhadap kesehatan. Ayo mulai hidup sehat. Biasakan gaya hidup sehat, olahraga rutin, dan rutin ngecek kesehatan secara menyeluruh, setidaknya setahun sekali,” ajak Ipuk. (rin/kun)






