Surabaya (beritajatim.com)– Armor Toreador pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada sang istri Selebgram Cut Intan Nabila akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian. Ia digelandang ke Mapolres Bogor untuk dimintai pertanggungjawabannya.
Tak hanya sang istri yang menjadi korban amukan dan tindak kekerasan, sang anak yang masih bayi belum genap 3 bulan tak lepas dari perlakuan kasar saat dirinya naik pitam.
Dalam rekaman video yang dilakukan oleh Armor Toreador ini terbukti jelas bagaimana cara dirinya melakukan aksi kekerasan kepada istrinya. Aksi yang diunggah oleh Cut Intan Nabila sendiri melalui akun Instagram pribadi sontak menimbulkan hujan hujatan atas tindakan keji sang suami
Perlakuan keji Armor Toreador tersebut membuat netizen serta wartawan kompak geram. Beberapa wartawan yang dijumpai saat konferensi pers di Mapolres Bogor yang menghadirkan tersangka Armor Toreador tak henti hentinya melontarkan celetukan celetukan geram namun lucu.
Melalui akun TikTok @sianakemas28 menyajikan potongan video saat Armor Toreador dihadirkan dalam konferensi pers dan oleh aparat kepolisian diminta menjawab beberapa pertanyaan wartawan.
Beberapa celetukan geram namun nampak lucu yang dirangkum dalam konferensi pers di antaranya:
“Yah Barbershopnya bangkrut,” ujar salah satu awak media.
“Yah nangis yah mewek,” ucap satu wartawan lagi.
“Muka kayak labu siem aja kebanyakan gaya,“tambah salah seorang lagi dengan geram.
‘Beraninya cuma sama cewek lu,” beber salah satu orang lagi.
Sebelum melakukan konferensi pers, aksi wartawan yang toyor kepala Armor Toreado saat berjalan menuju Mapolres Bogor akibat geram juga viral.
Armor Toreador terjerat pasal berlapis. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara. Adapun pasal yang disangkakan pada Armor yakni:
- Pasal KDRT Pasal 44 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2004 ancaman 10 tahun penjara.
- Kekerasan terhadap anak Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 ancaman 4 tahun 8 bulan penjara ditambah 1/3.
- Penganiayaan Pasal 351 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.
[aje]






