Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) tentu sudah tidak asing dengan warung makan legend yang ada di samping Fakultas Sastra ini. Konon, kantin ini sudah ada sejak tahun 1966 nyaris 60 tahun lalu ketika itu UM masih bernama IKIP.
Pengelola kantin Pak Japan saat ini, bu Yuning, mengatakan bahwa Pak Japan mendirikan warung ini saat berprofesi sebagai pegawai IKIP pada tahun 1996. Ada tiga menu andalan yang sudah bertahan puluhan tahun di sini, yaitu Gule, Rawon, dan Kacang ljo.
“Saat ini saya yang mengelola tempat ini. Kalau menu awalnya dulu ada Gule, Rawon, dan Kacang ljo. Sekarang sudah makin beragam, ada nasi campur, nasi pecel, lalapan, dan berbagai jenis minuman,” ungkap anak keempat pak Japan tersebut, Senin (12/8/2024).
Kantin Pak Japan, pertama kali berada di sekitar Fakultas Pendidikan Psikologi yang saat ini lokasi tersebut berdiri bangunan SDLB Lab UM. Kemudian seiring berjalannya waktu, Warung Pak Japan pindah dari KPN, Kafe Putih, Kafe Tungku, dan kini menetap di Kantin Fakultas Sastra.
Kantin ini sangat ramah di kantong mahasiswa. Untuk seporsi nasi penyet tempe misalnya hanya dibanderol Rp. 7.500, sementara untuk minumannya beragam mulai dari harga Rp. 3.000.
Tak hanya menerima pesanan untuk makan di tempat, Kantin Pak Japan menerima pesanan nasi kotak dan nasi bungkus. Biasanya pesanan nasi kotak sering dimanfaatkan mahasiswa saat ada acara kemahasiswaan sekelas himpunan maupun eksekutif fakultas.
Kantin Pak Japan beroperasi sejak kampus UM buka sekitar pukul 07.00 WIB sampai sore hari saat kampus tutup sekitar pukul 16.30 WIB. Saat aktif perkuliahan kantin ini akan sangat padat dan ramai saat waktu jeda istirahat sekitar pukul 12.00 WIB – 13.00 WIB. Menariknya, kantin ini tempat beroperasi selama mahasiswa libur panjang semester genap.

Menurut salah satu pengunjung Kantin Pak Japan, Daniar mahasiswa dari Fakultas Sastra, tempat ini tidak hanya jadi warung makan, tetapi kadang juga jadi tempat nongkrong mahasiswa. Harganya yang ramah di kantong dengan rasa yang legend menjadi daya tarik tersendiri.
“Tempat yang sangat nyaman, sangat ramai pengunjung. Beberapa bagian kantin dapat terkoneksi dengan Wi-Fi UM yang dapat digunakan setelah login menggunakan akun Siakad UM. Jadi ya bisa makan sekaligus nongkrong,” ucapnya.
Indra, mahasiswa departemen Bahasa Indonesia UM mengaku bahwa menu andalannya adalah nasi pecel dan nasi campur. Rindra sangat suka dengan rasa tempe di Kantin Pak Japan, rasanya seperti tempe rumahan buatan orang tua.
“Rasa tempenya top, bumbu pecelnya itu juga enak. Kadang saya juga makan nasi campur, ada urap-urap juga enak,” ucap Indra. [dan/aje]






