Gresik (beritajatim.com)- Ratusan nelayan Desa Sukorejo Gresik menggelar sedekah laut, atau larung sesaji. Kegiatan ini sebagai simbol mempertahankan tradisi turun-temurun ditengah jaman modern yang serba digitalisasi.
Sejak pagi hari, warga Desa Sukorejo yang sebagian bermata pencarian nelayan menyiapkan berbagai makanan maupun minuman yang sudah disiapkan dari rumah.
Semua makanan dan minuman itu, dibawa ke balai desa. Sebelum dibawa ke tengah laut. Warga terlebih dulu menggelar doa bersama. Sambil mengarak miniatur perahu nelayan berkeliling desa.
Miniatur nelayan yang berisi hasil bumi, dan hasil laut tersebut merupakan sumbangan warga Desa Sukorejo.
Larung sesaji ini sangat meriah. Pasalnya, semua warga desa setempat dilibatkan mulai dari perangkat desa, komunitas nelayan, karang taruna dan organisasi masyarakat.
Setelah gelaran doa sudah selesai. Selanjutnya warga membawa miniatur perahu nelayan yang berisi hasil bumi. Diarak bersama-sama menuju ke muara Kali Lamong sebelum ke tengah laut.
Ada 46 perahu nelayan dalam kegiatan larung sesaji tersebut. Perahu yang ditumpangi juga dihias dengan pernak-pernik bendera merah putih dalam rangka menjelang HUT RI ke 79.
Perjalanan menuju tengah muara Kali Lamong ditempuh selama kurang lebih satu jam. Selama perjalanan, ada perahu khusus yang membawa sound system melantunkan lagu ‘Prau Layar dan Sholawat Nabi’.
Saat tiba di lokasi, puluhan perahu nelayan yang membawa hasil bumi dan warga. Berkumpul berjejer satu titik. Sebelum miniatur perahu yang berisi hasil bumi dan laut dilarung ke laut, salah satu tokoh masyarakat setempat berdoa terlebih dahulu.
“Kita buat larung laut atau sedekah laut ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT,” ujar Ketua nelayan Desa Sukorejo, M. Khotib, Minggu (11/8/2024).
Hasil bumi dan laut yang ada di miniatur perahu nelayan. Terdapat makanan tradisional termasuk makanan khas desa setempat.
“Ada sebuah tumpeng, sama perlengkapan aksesoris, juga ada bubur merah,” kata M.Khotib.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Fatkhur Rahman menyatakan ada dua tujuan utama dalam kegiatan sedekah laut ini. Pertama, bentuk rasa syukur masyarakat nelayan kepada Allah SWT karena memberikan rezekinya. Kedua, melestarikan budaya leluhur, termasuk juga mempererat hubungan silaturahim antar nelayan.
“Semua warga dilibatkan, semua unsur ikut berpartisipasi, karena ini kegiatan satu desa yang harus dilestarikan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. [dny/aje]






