Magetan (beritajatim.com) – Larung sesaji atau Labuhan Sarangan tahun 2024 kali ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Tak ada tumpeng raksasa yang dilarung ke Telaga Pasir pada acara larung sesaji, Jumat (16/02/2024) lal. Alasannya, hajat bersih desa di Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan itu bersamaan dengan momen Pemilu 2024.
Namun, sesepuh Kelurahan Sarangan tetap melarung tumpeng ukuran kecil ke Telaga. Pun, tumpeng berukuran lebih kecil itu juga dilarung setiap tahun. Termasuk, saat pandemi yakni di tahun 2020 dan 2021 lalu. Pj Bupati Magetan Hergunadi mengatakan, jika pihaknya datang untuk melihat langsung prosesi tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun di Sarangan itu.
‘’Jangan dilihat besar kecilnya ya (tumpeng). bagaimanapun ini adalah hajatnya masyarakat Kelurahan Sarangan. Wujud rasa syukur dan introspeksi diri untuk pariwisata yang semakin baik di Magetan khususnya Sarangan,’’ kata Hergunadi.
Dari tahun ke tahun , tradisi itu tetap langgeng. Dengan begitu, tak hanya masyarakat lokal saja yang merasa bangga dengan tradisi tersebut. Meski kini larungan Gono Bau ditiadakan, mereka tetap melakukan selamatan bersih desa yang hanya dihadiri oleh perwakilan dari tiap lingkungan. ”Sehabis doa langsung larungan, setelah itu selesai,” ungkapnya. [fiq/aje]






