Bojonegoro (beritajatim.com) – Konflik internal antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari pusat hingga daerah yang melaporkan eks Sekretaris Jendral PKB, Lukman Edy berdampak pada dukungan Nahdliyyin dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 serentak.
Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro Dokter Kholid Ubed merespon konflik internal tersebut yang dibawa hingga ke ranah hukum. Terlebih, DPC PKB Bojonegoro juga turut melaporkan konflik tersebut ke polisi.
“DPC PKB Bojonegoro yang melaporkan eks Sekjen PKB Lukman Edy ini, akan berimbas memancing kekecewaan warga NU,” ujarnya, Jumat (9/8/2024).
Lalu, saat dikonfirmasi terkait dukungan NU ke PKB dalam pelaksanaan Pilkada 2024 serentak apakah akan ditarik? Pihaknya belum bisa memastikan hal itu. Namun, jika ditarik pada garis kesejarahan, terbentuknya PKB ini juga tidak bisa lepas dari NU. “Jangan sampai apa yang di lakukan politisi PKB, membuat kecewa warga NU yang telah mendukung PKB,” imbuhnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPC PKB Bojonegoro Abdulloh Umar menyebut, konflik PKB dengan PBNU yang terjadi di pusat tidak berpengaruh terhadap pemilih di Kabupaten Bojonegoro.
Umar meyakini bahwa figur Anna Muawanah yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro sebagai bakal calon bupati diyakini masih kuat di kalangan pemilih Nahdliyyin maupun masyarakat umum. “Nahdliyyin dan masyarakat secara umum masih menjadi sasaran (pemilih). Masyarakat sudah bisa menilai calon-calon yang layak dipilih,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada Rabu (7/8/2024) secara serentak, dari pengurus PKB pusat hingga daerah melakukan gerakan melaporkan eks Sekjen PKB Muhammad Lukman Edy ke polisi. Lukman Edy dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Lukman Edy dinilai menyerang kehormatan dan pencemaran nama baik Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, pada 31 Juli 2024 dengan membuat pernyataan ke publik bahwa Muhaimin Iskandar tidak transparan dalam pengelolaan keuangan partai.
Sementara laporan ke polisi yang dilakukan DPC PKB Bojonegoro dipimpin oleh Abdulloh Umar yang diikuti sejumlah jajaran pengurus ke Satreskrim Polres Bojonegoro. [lus/kun]






