Malang (beritajatim.com) – Lika Souvenir pelaku UMKM di Kota Malang yang bergerak di kerajinan boneka memulai bisnis dengan modal keberanian pasca di PHK tempatnya bekerja. Dia adalah Sulikah Handayani yang memulai bisnis sejak 2018 dengan memproduksi boneka-boneka terkini.
“Ya kalau di awal itu pesanan 100 boneka. Setelah berjalan sebulan bisa dapat pesanan hingga 1000 boneka. Sekarang mulai banyak direspon masyarakat. Penjualan online yang cukup besar,” ujar Sulikah, Kamis, (8/8/2024).
Sulikah begitu mengandalkan jasa ekspedisi untuk mengirim orderan yang dia terima. Jasa ekspedisi andalan Lika Souvenir adalah JNE. Setali tiga uang, JNE melihat bisnis boneka Sulikah Handayani merupakan UMKM potensial.
JNE menawarkan biaya pengiriman bisa dilakukan per bulan pada akhir bulan. Uang pengiriman yang harusnya dibayar saat mengirim pesanan bisa diputar terlebih dahulu untuk modal produksi. Perlahan usaha Lika Souvenir pun semakin berkembang.
“Jadi di 2018 itu, biaya pengiriman sekitar Rp3 juta per bulan. Kan ternyata lumayan buat modal pengembangan usaha. Jadi saya putuskan kerja sama hingga diberi pelatihan termasuk pendampingan pengembangan usaha dengan akses VIP,” ujar Sulikah.
Pada momen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan XI yang saat itu memang mengutamakan produk UMKM rumahan Lika mendapat tender produksi boneka maskot. Setelah itu, usaha UMKM milik Lika terus meningkat. Belakangan, puluhan design boneka saat ini telah menanti untuk diproses produksi.
“Saat itu, saya juga tidak percaya, ternyata setelah selesai, omzetnya sekitar setengah miliar. Sekarang ada beberapa desain boneka yang sedang digarap termasuk maskot JNE,” ujar Sulikah.
Sementara itu, Head Of Media Communication JNE, Kurnia Nugraha menuturkan Lika salah satu pelaku UMKM inspiratif yang sudah digandeng JNE saat merintis usaha pada 2018 lalu. Mereka kini berusaha mendorong UMKM untuk tumbuh bersama.
“JNE sudah bersama bu Lika sejak 2018. Bu Lika ini produksinya di Malang, tapi marketnya sudah di berbagai daerah, di Bali dan lainnya. UMKM ini kan sektor yang mendongkrak perekonomian,” ujar Kurnia.
Branch Business Partner JNE Malang, Windhiarto Yudistiro menyebut bahwa pertumbuhan UMKM di Malang terus mengalami perkembangan. Dari data internal JNE mencatatkan kenaikan pengiriman produk hingga 30 persen per tahun.
“Pengiriman dari tahun ke tahun rata rata naik 30 persen. Dari keseluruhan barang yang dikirim, 70 persen lebih merupakan produk UMKM, sisanya korporasi dan perorangan,” ujar Windhiarto. (luc/ian)






