Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Kelurahan Banjarejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro masih berlanjut di hari kedua, Kamis (8/8/2024).
Dalam pencarian hari kedua ini, pencarian melibatkan personel dari Basarnas, BPBD, Dinas Damkarmat, Brimob, TNI, Polri, Satpol PP, serta relawan kebencanaan dengan jumlah sekitar 66 personel dengan 4 perahu karet.
Kepala BPBD Bojonegoro Laela Nor Aeny mengatakan, proses pencarian hari kedua dilakukan dengan sistem blender, yakni metode pencarian korban yang tenggelam menggunakan perahu karet.
Para personel akan mengarahkan perahu karet untuk memutari satu titik sehingga membentuk sebuah pusaran. Dengan begitu, diharapkan jika korban berada di pusaran tersebut bisa timbul ke permukaan.
“Kemudian juga dengan penyisiran sungai sepanjang 1 km, penyelaman, dan pemantauan darat di sekitar lokasi tenggelam,” ujar mantan Camat Kepohbaru itu.
Untuk diketahui korban tenggelam itu dilaporkan kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban Alvian Ari Pradana (19) bersama temannya, Romi bermaksud menyeberang Bengawan dengan berenang.
“Ditengah jalan saat berenang, korban diduga kehabisan nafas atau kelelahan dan tenggelam,” ujarnya.
Korban asal Jalan Sarimulyo Barat RT 03 RW 01 Kelurahan Banjarejo, Kota Bojonegoro itu menyeberang sungai ke arah Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk. Saat sudah merasa kelelahan, temannya sudah berusaha menolong namun gagal diselamatkan.
“Sudah hampir sampai seberang, tapi korban sudah tidak kuat berenang. Temannya juga tidak mampu menyelamatkan,” imbuh Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Banjarejo, Wiwik Adiwiyono. [lus/but]







