Banyuwangi (beritajatim.com) – Kecelakaan nahas menimpa sejumlah penari sound horeg dalam sebuah karnaval di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (20/8/2025) malam. Peristiwa itu terjadi ketika para dancer tengah asyik menampilkan atraksi tarian di depan warga.
Dalam beberapa unggahan video yang beredar, terlihat sejumlah penari perempuan mengenakan kaos hitam dan rok motif batik berbaris sambil menari di bawah sorot lampu moving head dengan iringan musik kencang. Tiba-tiba, sebuah mobil hitam masuk ke barisan dan menyeruduk para penari hingga menimbulkan kepanikan.
Kapolsek Cluring Iptu Putu Ardana membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden itu dipicu oleh kelalaian sopir mobil pengiring yang tidak bisa mengendalikan kendaraan.
“Memang ada kelalaian, sopirnya tidak lihai pakai mobil matic,” ujar Putu.
Menurutnya, saat atraksi berlangsung, seharusnya seluruh mobil pengiring berhenti. Nantinya, kendaraan baru diperbolehkan melaju kembali setelah para penari menyelesaikan penampilan mereka. Namun, mobil Toyota Innova hitam yang membawa logistik makanan dan minuman peserta justru terus berjalan karena sopir tidak menetralkan transmisi mobil matic.
Polisi memastikan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda sopir berada dalam pengaruh alkohol. Diduga kecelakaan terjadi murni akibat kelalaian pengemudi.
“Untuk kondisi para penari yang tertabrak kondisinya luka-luka, dirawat di rumah sakit ada dua orang, dancer semua,” jelas Putu. [alr/beq]






