Bondowoso (beritajatim.com) – Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro monitoring dan evaluasi (Monev) pada proyek rekonstruksi jalan di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari.
Pada saat Monev, Pj Bupati atensi pada saluran drainase atau tempat pembuangan air hujan. Sehingga tidak tergenang di aspal.
“Ini airnya kemana? Jangan sampai nanti airnya ke jalan dan tergenang. Nanti jalan akan rusak,” pesan Wawan setibanya di lokasi.
Menurutnya, proyek tersebut harus ada perbaikan, utamanya perihal pembuangan air.
“Memang perlu ada perbaikan untuk lubang-lubangnya,” ucapnya.
Pihaknya berharap supaya rekanan benar-benar mengerjakan proyek sesuai spesifikasi agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
“Kalau pengerjaannya kita awasi, maka kualitas jalan bagus dan lebih tahan lama,” harap pria yang juga Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur ini.
Plt. Kepala Dinas Binamarga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori menjelaskan beberapa hal terkait proyek itu.
“Proyek rekonstruksi jalan ini sudah direncakan sejak tahun 2023. Panjangnya 4.200 meter dengan lebar 4,5 meter,” sebutnya dikonfirmasi terpisah.
Pengerjaan itu dimulai dari Senin (5/8/2024) hingga 90 hari kerja. Sedangkan pengawasannya 180 hari.
“Nilai kontraknya Rp 6,7 miliar untuk 2 segmen. Kita upayakan yang parah dulu. Insya Allah nanti jalannya mulus,” janji Ansori.
Ia mengakui serapan anggaran di BSBK Bondowoso untuk tahun 2024 masih rendah.
“Serapan anggarannya masih 16 persen, karena baru mulai,” dalihnya. (awi/ted)






