Jombang (beritajatim.com) – Peta Pilkada Jombang 2024 terus berubah. Terbaru, Ketua Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Jombang Ahmad Sholahudin atau Gus Didin mengundurkan diri dari jabatannya. Putra tokoh PPP (Partai Persatuan Pembangunan) KH Hafid Ma’sum ini hendak mengikuti kontestasi Pilkada serentak 2024.
Surat pengunduran diri sebagai ketua itu diantarkan sendiri oleh Gus Didin kepada Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo melalui Sekdakab Agus Purnomo, Senin (5/8/2024). Kedatangan Gus Didin disambut hangat oleh Sekdakab. Selanjutnya, mereka berbincang di ruang Sekadakab yang berada di Pemkab Jombang itu.
Mengapa mundur dari Ketua Baznas Jombang? Gus Didin mengatakan, pengunduran dirinya dari Ketua Baznas berkaitan dengan dirinya yang akan ikut dalam kontestasi Pilkada Jombang 2024. Untuk itu, lanjutnya, dia telah berkomunikasi dengan beberapa partai untuk mendapatkan rekomendasi sebagai tiket maju pada Pilkada tersebut.
“Saya berencana mengikuti kontestasi Pilkada Jombang. Makanya, saya hari ini mengundurkan diri sebagai Ketua Baznas Jombang. Surat pengunduran diri sudah saya serahkan kepada Bapak Sekdakab Jombang,” ujar Gus Didin.
Disinggung soal partai pengusung, Gus Didin mengaku dirinya melakukan komunikasi dengan dua partai. Sayangnya, pria kelahiran Jombang 5 Juli 1975 ini enggan membeber partai apa yang dimaksud.
Dia hanya mengatakan diminta partai politik untuk berkomunikasi dengan para kiai. Usulan yang tersampaikan ke partai politik, Gus Didin sudah mendapat dukungan beberapa kiai Nahdlatul Ulama.
“Saat ini sejumlah lembaga sedang turun untuk melakukan survei para calon di Jombang. Nah, dari hasil survei tersebut akan diketahui dengan siapa saya berpasangan dalam Pilkada Jombang 2024,” lanjut kerabat dari PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Peterongan Jombang.
Ditemui di tempat yang sama, Sekdakab Jombang Agus Purnomo mengatakan bahwa pihaknya segera menyampaikan surat pengunduran itu kepada Pj Bupati Jombang. Karena sesuai aturan, pengurus Baznas harus mengundurkan diri jika akan mengikuti kontestasi politik.
“Untuk penggantinya, Pemkab akan melakukan sesuai mekanisme yang berlaku, tentu dengan meminta pertimbangan dari Ketua Baznas yang ada di atasnya,” pungkas Sekdakab Jombang Agus Purnomo. [suf]






